Berita Bali
98 Persen Terduga Teroris di Bali ‘Insyaf’, 160 Orang Cabut Baiat Anggota NII Pulau Dewata
Densus 88 Anti Teror Satgas Bali telah mencabut baiat 160 orang anggota NII (Negara Islam Indonesia) Bali.
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Densus 88 Anti Teror Satgas Bali membeberkan perkembangan jaringan terorisme di Pulau Dewata.
Hingga saat ini, Densus 88 Anti Teror Satgas Bali telah mencabut baiat 160 orang anggota NII (Negara Islam Indonesia) Bali.
Kasatgaswil Bali Densus 88 Anti Teror, Kombes Ketut menjelaskan, 160 orang mantan anggota NII itu merupakan 98 persen dari total anggota NII Bali.
“Total yang sudah melaksanakan cabut baiat itu sudah 98 persen anggota yang tadinya anggota NII, sekarang sudah keluar (dari NII). Itu yang di Bali,” ujar Kombes Ketut, Jumat 17 Februari 2023.
Baca juga: Densus 88 Tangkap Teroris di Yogyakarta, Polda Bali Sebut Situasi di Bali Aman dan Kondusif!
Sementara itu, 2 persen sisanya telah tak berdomisili di Bali.
“Lagi 2 persen itu sebagian besar sudah tidak berdomisili di Bali. Dari data awal yang kita identifikasi, mereka sudah pindah,” tambahnya.
Hingga kini, Densus 88 Anti Teror Satgas Bali telah melaksanakan empat gelombang pencabutan baiat anggota NII Bali.
Tiga gelombang dilaksanakan sebelum perhelatan G20 di Bali, dan satu gelombang dilaksanakan pada Kamis 16 Februari 2023 di Puspem Badung.
Program cabut baiat yang berlangsung di Puspem Badung diikuti oleh 27 orang mantan anggota NII.
Acara tersebut dirangkaikan dengan pengucapan ikrar setia kepada NKRI dan Pancasila.
“Tiga gelombang sebelum G20. Ini gelombang keempat. Kemarin ada sebanyak 27 orang melaksanakan cabut baiat, keluar dari NII. Kemudian juga ikrar setia kepada NKRI dan Pancasila,” jelas Kombes Ketut.
Disinggung soal ancaman terorisme di Bali, Kombes Ketut mengatakan, saat ini ancaman terorisme dari dalam wilayah Bali tergolong rendah.
Kendati termasuk kategori rendah, ancaman terorisme terhadap Bali masih harus diwaspadai.
“Bali kalau segi potensi ancaman, rendah dibandingkan daerah lain. Tapi sebagai sasaran ancaman, itu tinggi. Artinya ancaman-ancaman dari luar wilayah Bali,” jelasnya.
Kombes Ketut menuturkan, program cabut baiat menjadi proses penting dalam pemberantasan jaringan terorisme.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kasatgaswil-Bali-Densus-88-Anti-Teror-cabut-baiat-98-persen-Anggota-NII-Bali.jpg)