Berita Bali
Bali Jadi Provinsi Tertinggi Jual 951 Unit Hotel Saat Pandemi, Ini Kata Cok Ace
Provinsi Bali menempati posisi tertinggi dalam jumlah hotel yang dijual selama pandemi, yakni sebanyak 951 unit.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Provinsi Bali menempati posisi tertinggi dalam jumlah hotel yang dijual selama pandemi, yakni sebanyak 951 unit.
Data ini dikutip dari artikel DataIndonesia.id yang dilansir dari laman Lamudi.co.id, di mana ada sebanyak 2.730 hotel yang dijual di Indonesia per 31 Januari 2023.
Jika angka tersebut dipersentasekan, setara dengan 34,84 persen dari total hotel yang dijual.
Baca juga: VIRAL Video Penggerebekan Wisatawan di Salah Satu Hotel Kawasan Nusa Dua, Ini Kata Kadispar Bali
Di posisi kedua, ditempati Jawa Barat dengan jumlah hotel yang dijual sebanyak 379 unit, kemudian diikuti posisi ketiga oleh DKI Jakarta 358 unit.
Hotel-hotel di Bali di situs Lamudi.co.id dijual mulai dari harga puluhan miliar bahkan hingga triliun rupiah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menuturkan bahwa sejatinya jual-beli hotel di Bali sudah terjadi dari dulu, bahkan sebelum pandemi Covid-19.
Namun karena adanya pandemi Covid-19, aktivitas jual-beli hotel jadi lebih kentara.
Baca juga: Seorang WNA Asal Australia Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel, Diduga Nekat Akhiri Hidup di Bali
“Ada yang menjual, ada juga yang membeli. Itu sesungguhnya berputar di antara grup, dijual sama grup ini, diambil sama grup ini. Tapi astungkara teman-teman Bali masih bertahan,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu di Denpasar.
Namun, menurut Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali ini, kebanyakan hotel-hotel yang dijual merupakan hotel yang besar.
Sehingga, transaksinya tidak diketahui karena menggunakan jasa agen.
Baca juga: Kurangi Limbah, Tribe Bali Kuta Beach Olah Sabun Batang Bekas Hotel Jadi Sabun Siap Pakai
“Biasa kok, hal seperti itu biasa,” imbuhnya.
Umumya, Cok Ace menambahkan, orang-orang yang berkecimpung di perhotelan juga merupakan orang-orang properti.
Sehingga jika suatu aset sudah dinilai menguntungkan, maka aset tersebut akan dilepas.
“Orang-orang hotelier biasanya lebih lama (dipertahankan),” katanya.
Namun disinggung terkait Bali menempati posisi tertinggi untuk jumlah hotel yang dijual, Cok Ace mengaku, dampak pandemi Covid-19 terhadap perhotelan tak bisa dipungkiri.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.