Berita Buleleng

Kasus Gigitan Menurun, Distan Lanjutkan Vaksinasi Rabies

Dinas Pertanian Buleleng tahun ini akan kembali melakukan vaksinasi terhadap puluhan ribu ekor anjing, sebagai bentuk pencegahan kasus rabies.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
Ratu Ayu Astri Desiani
Distan Buleleng saat melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaan warga 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Pertanian Buleleng tahun ini akan kembali melakukan vaksinasi terhadap puluhan ribu ekor anjing, sebagai bentuk pencegahan kasus rabies. Vaksinasi akan dibagi menjadi dua tahap.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta dihubungi Minggu (19/2) mengatakan, pada Desember 2022 lalu pihaknya sejatinya telah selesai melakukan vaksinasi kepada 80 ribu ekor anjing.  Namun vaksinasi terhadap anjing harus dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali. Untuk itu pada 2023 ini, vaksinasi akan kembali diberikan dengan menyasar pada anjing-anjing yang sudah pernah divaksin dalam enam bulan belakangan ini. Pihaknya telah mendapatkan bantuan vaksin dari Pemprov Bali dan pemerintah pusat sebanyak 15 ribu vial. 

"Vaksin rabies itu memang idealnya diberikan setiap enam bulan sekali, agar anjing kebal dengan virus rabies. Vaksinasi vase pertama untuk tahun ini sudah kami mulai dengan capaian sekitar 26 persen. Stok vaksin aman, kami sudah dapat kiriman 15 ribu vial, kalau kurang bisa minta lagi ke Pemprov atau pusat" katanya. 

Sumiarta menyebut sejak Januari hingga Februari ini, kasus gigitan anjing positif rabies masih terjadi, namun jumlahnya menurun bila dibandingkan tahun lalu. Dimana saat ini tercatat ada tujuh kasus gigitan anjing yang tersebar di tiga kecamatan. Namun kesadaran masyarakat sudah mulai meningkat. Setelah mendapatkan gigitan, korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan VAR. Sementara bila dibandingkan dengan tahun 2022 lalu, kasus gigitan pada Januari mencapai 13 kasus. 

Masih adanya kasus gigitan anjing positif rabies ini salah satunya terjadi lantaran adanya anjing liar yang terjangkit rabies dari kabupaten lain masuk ke Buleleng. Untuk itu, Pemprov Bali telah mengimbau kepada daerah lain agar masif melakukan vaksinasi di daerah masing-masing. 

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada desa untuk segera membentuk Tim Siaga Rabies. Mengingat hingga saat ini baru 10 desa yang telah membentuk Tim Siaga Rabies. Tim ini dikatakan Sumiarta bertugas untuk membantu pihaknya mengawasi anjing liar yang masuk, serta melakukan vaksinasi dan melaporkan kasus gigitan yang terjadi di desa masing-masing. 

"Masih ada kasus gigitan namun jumlahnya mulai menurun. Ini karena masih ada anjing liar yang tidak terdata, yang datangnya tidak tahu dari mana. Kemungkinan itu anjing dari daerah lain yang dibuang ke Buleleng. Makanya Pemprov minta daerah lain juga masif melakukan vaksinasi," jelasnya. 

Sementara terkait pembuatan Peraturan Desa (Perdes) tentang rabies, dikatakan Sumiarta telah dibuat oleh seluruh desa di Buleleng. Dalam Perdes itu mengatur agar masyarakat disiplin dalam memelihara anjing seperti tidak diliarkan dan rutin divaksin. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved