Berita Bangli
Dikira Pergi Mancing, Pria Paruh Baya Asal Susut Ternyata Nekat Akhiri Hidup di Belakang Rumah
Dikira pergi mancing, pria paruh baya asal Susut ternyata nekat akhiri hidup di tegalan belakang rumah.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Seorang buruh tani asal Banjar Susut Kelod, Desa Susut, Kecamatan Susut, Bangli, Bali, dilaporkan meninggal dunia, pada Selasa 21 Februari 2023.
Jasadnya ditemukan sang istri tergeletak di tegalan dengan seutas tali yang terikat di lehernya.
Kapolsek Susut AKP I Nyoman Edi Suwarya saat dikonfirmasi pada Rabu 22 Februari 2023 membenarkan hal tersebut.
Ungkapnya, kejadian bermula saat I Gede Astawa diminta untuk mandi oleh istrinya Ni Nyoman Suartini sekitar pukul 17.00 wita.
Tak berselang lama, Suartini yang mengecek ke kamar mandi tidak menemukan suaminya.
"Dia (Suartini) sempat mengira suaminya pergi memancing," ucap Kapolsek Susut.
Namun hingga malam, pria 46 tahun itu tak kunjung pulang.
Suartini kemudian menyampaikan hal itu pada kerabatnya yang bernama Komang Suardana.
Keduanya kemudian berupaya mencari keberadaan Gede Astawa di sekitaran rumah hingga tegalan di belakang rumah.
Baca juga: Lansia Asal Bogor Ditemukan Akhiri Hidup Di Kamar Kos Denpasar Bali, Tinggalkan Surat Berisi Pesan
Sekitar pukul 21.00 wita, Astawa ditemukan telah tergeletak dengan posisi miring.
Lehernya terikat seutas tali dan kondisi tubuhnya sudah kaku.
"Tali yang mengikat lehernya itu juga terikat di dahan pohon kopi yang sudah patah. Melihat hal tersebut keluarga Astawa kemudian memotong tali itu, lalu mengangkat tubuhnya ke rumah serta melapor ke Polsek Susut untuk mendapat penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Lanjut Kapolsek, pihaknya yang menerima laporan itu segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta pemeriksaan jenazah.
Sesuai hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan pada seluruh tubuh Astawa.
Namun demikian ditemukan adanya luka lecet di sela jari kanan.
"Diduga yang bersangkutan nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di pohon kopi akibat tekanan ekonomi," tandasnya. (mer)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Polisi-saat-melakukan-olah-TKP-di-tegalan-milik-Gede-Astawa.jpg)