Sponsored Content

Pencegahan Stunting Harus Melibatkan Berbagai Sektor, Wabup Jembrana Ipat Buka Sosialisasi

Wakil Bupati Jembrana membuka sosialisasi program pencegahan stunting melalui diskusi kelompok/komunitas dan edukasi cinta, bangga serta paham rupiah

Istimewa
Pencegahan Stunting Harus Melibatkan Berbagai Sektor, Wabup Jembrana Ipat Buka Sosialisasi 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) membuka sosialisasi program pencegahan stunting melalui diskusi kelompok/komunitas dan edukasi cinta, bangga serta paham rupiah di Sentra Tenun Jembrana, Bali, Selasa 21 Februari 2023.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jembrana menegaskan bahwa salah satu fokus program saat ini adalah pencegahan stunting.

Tentunya, pelaksanaannya memerlukan partisipasi semua elemen mengingat program pencegahan stunting tidak bisa berdiri sendiri dan harus di intervensi dengan berbagai lintas sektor.

Di sisi lain, Wakil Bupati Jembrana juga mengukuhkan secara langsung Ny. Inda Swari Dewi sebagai Bunda Asuh Anak Stunting Jembrana.

Baca juga: Wabup Ipat Sebut Lahan PT Mitra Prodin Tak Langgar Perda

Wabup Ipat menekankan, program pencegahan stunting dengan kegiatan diskusi yang terselenggara berkat partisipasi Bank Indonesia (BI) dan BKKBN Provinsi Bali tersebut diharapkan bisa terus berlanjut.

Sehingga kedepannya kasus stunting di Jembrana khususnya bisa diselesaikan.

"Persoalan stunting menjadi permasalahan yang harus diselesaikan bersama," ucapnya.

Menurut politikus asal Kelurahan Tegal Cangkring ini, program tersebut sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Jembrana dan persiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam menyongsong Jembrana Emas tahun 2026.

"Tujuan yang ingin dicapai dalam pencegahan penurunan stunting adalah mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif dan unggul dalam menyongsong Jembrana Emas 2026 nantinya,"sambungnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih juga mengatakan hal senada.

Menurutnya, percepatan pengentasan stunting harus melibatkan semua mitra kerja dan lintas sektor.

Sebab, stunting pada anak sendiri diakibatkan banyak faktor.

"Banyak faktor yang mempengaruhi stunting, mulai dari kurang gizi, air bersih, ekonomi, pendidikan dan lainnya. Sehingga, kita harus melibatkan semua mitra kerja untuk bersama mengentaskan stunting," jelasnya.

Dari target nasional prevalensi stunting yang diukur pada anak berusia di bawah 5 (lima) tahun yang harus dicapai sebesar 14 persen secara nasional pada tahun 2024.

Sementara untuk Kabupaten Jembrana baru tercapai 14,2 yang hanya turun 0,9 persen dari tahun sebelumnya 14,3.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved