Berita Bali

Banyak Wisatawan Berulah Saat Berkendara, PHRI Badung Minta Rental Harus Punya SOP dan Tindak Tegas

Banyak wisatawan berulah saat berkendara, PHRI Badung minta pihak rental motor harus punya SOP dan lakukan penindakan tegas.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali
Ilustrasi rental motor - Banyak wisatawan berulah saat berkendara, PHRI Badung minta pihak rental motor harus punya SOP dan lakukan penindakan tegas. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Warga Negara Asing (WNA) kerap berulah saat menggunakan kendaraan di jalan raya.

Selain belum bisa betul menggunakan sepeda motor, tidak jarang plat nomor kendaraan juga diganti dengan nama-nama dan juga saat berkendara tidak menggunakan helm.

Hal itu pun sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Bahkan seakan hukum yang ada di Indonesia khususnya di Bali serasa lemah jika sama sekali tidak mematuhi peraturan berlalulintas.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung pun sangat menyayangkan hal itu , pasalnya Bali harus menyajikan pariwisata yang berkualitas.

Pihaknya meminta kasus-kasus tersebut harus diberikan tindakan tegas.

"Kalau sudah begitu harus ditindak tegas. Karena sudah melanggar," kata Ketua PHRI Badung IGN Rai Suryawijaya Sabtu, 4 Maret 2023 kemarin.

Pihaknya pun meminta agar masyarakat juga ikut taat akan peraturan lalulintas.

Baca juga: Makin Menjadi-jadi, Polda Bali Buru Plat Nomor Kendaraan yang Diganti Jadi Nama

Pasalnya banyak WNA yang melanggar namun, WNA juga menemukan banyak warga yang tidak menaati aturan.

"Saat dia diamankan aparat kepolisian, WNA itu bisa protes, karena ada warga yang tidak memggunakan helm juga. Makanya saat ini kita harus intropeksi diri dengan memberikan contoh dan menjadi contoh juga," ucapnya.

Lebih lanjut pihaknya juga meminta agar usaha sewa motor atau Rental juga memperhatikan dan memilikk SOP dalam menyewakan kendaraan khususnya.

"Contoh, rental ini, harus memberifing dan Berikan SOP kepada WNA yang menyewa kendaraan, seperti dalam berkendara harus menggunakan helm, memggunakan baju sopan dan yang lainnya," ujarnya.

Bahkan service yang diberikan juga harus bergantung kepada WNA itu. Kalau mau menuruti maka bisa dilakukan transaksi sewa menyewa.

"Dulu kalau tidak pakai masker, tidak akan dilayani. Sekaran kan bisa begitu, kalau tidak bisa bawa kendaraan atau tidak bisa mematuhi SOP tidak dilayani," ucapnya

Kendati demikian, saat ini pihaknya bersama pemerintah provinsi juga ingin menata kembali pariwisata di Bali dengan menegakkan peraturan yang ada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved