Berita Karangasem

Bupati Karangasem Dorong Desa Adat di Karangasem Bali Buat Pararem Untuk Tekan Gigitan Rabies

Bupati Karangasem dorong Desa Adat di Karangasem, Bali, buat Pararem untuk tekan gigitan rabies.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Bupati Karangasem bersama Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan membuka vaksinasi serentak di Seraya Barat, Kec. Karangasem, Senin 6 Maret 2023. 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Bupati Karangasem, Gede Dana, mengajak masyarakat Karangasem berserta Desa Adat dan Dinas untuk ikut memerangi penyebaaran anjing rabies.

Satu diantaranya dengan membuat awig - awig / pararem (Peraturan) terkait pemeliharaan hewan yang rawan terkena rabies, seperti anjing.

Mengingat kasus gigitan anjing rabies di Karangasem, Bali, cukup tinggi tiap tahun.

Informasi dihimpun di lapangaan, Senin 6 Maret 2023, tahun 2022 kasus gigitan rabies  diperkirakan sekitar 122 kasus yang tersebar di 67 Desa / Kelurahan di Karangasem, Bali.

Sedangkan 2023, kasus gigitan anjing yang positive rabies mncapai sekitar 25.

Gede Dana mendorong Desa adat agar segera membuat pararem.

Dengan haarapan warga tak melepas liarkan anjing peliharaannya.

Dasar pembuatan pararem atau peraturan bisa mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 15 Tahun 2009 tentang penanggulangan pnyebaran rabies.

"Atau bisa juga mengacu ke Peraturan Daerah Karangasem No. 4 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Dan SE Bupati Karangasem No : 524.3/842/ Distan /Setda peertanggal 20 Pebruari 2023 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Rabies," kata Dana saat buka vaksin serentak di Seraya Barat, pada Senin, 6 Maret 2023.

Baca juga: Selama Januari-Februari 2023, Ada 3 Kasus Gigit Hewan Rabies di Badung Bali

Pembentukan pararem atau peraturan sangat mmbantu dalam pengendalian rabies.

Sinergisitas antara masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan mampu mengendalikan gigitan rabies, dan menekan populasi anjing terutama liar yang mengancam keselamatan masyarakat.

Kasus gigitan rabies masih cukup tinggi.

Selain mendorong desa adat membuat aturan, pemerintah juga akan terus berupaya memberikan vaksinasi ke anjing.

Harapannya, agar penularan rabies bisa ditekan.

"Warga harus jaga anjing perliharaan dan meliarkan. Bila perlu di kastrasi, sehingga populasi anjingnya bisa di tekan di Krangasem," harap Dana, sapanya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, menambahkan, tahun 2023 pemerintah akan mengelar kegiatan vaksinasi serentak. Kerjasama dengan Provinsi Bali.

Pemda turunkan 11 A Team perpengalaman untuk lakukan vaksin rabies, yang tersebar di semua Kecamatan. 

Mantan Kadis Damkar Karangasem mengaku, dari Bulan Januari sampai Maret 2023 kasus gigitan sebanyak 260 gigitan. Sedangkan yang positif 25 kasus.

Dalam upaya mengoptimalkan kegiatan pelaksanaan vaksinasi rabies, setiap Banjar harus dituntaskan hingga capai cakupan vaksinasi rabies minimal 80 persen.

Pejabat asal Desa Bukit, mengaku, desa yang menjadi prioritas yakni desa yang  mengalami kasus rabies sangat aktif, dan desa beresiko tinggi terjadi kasus rabies baru.

Seperti Desa Besakih, Kecamatan Rendang  dengaan jumlah anjing yang divaksin 1.692 ekor. Kertha Buana 263 ekor, Desa Wismakerta 234 ekor, Sengkidu 625 ekor.

Selain itu di Desa Tenganan 875 ekor, Bugbug 950 ekor, Pertima 409 ekor, di Seraya Barat 1.202 ekor, Tegalinggah 195 ekor, Tumbu 550 ekor, Culik 475 ekor, di Jungutan 2.250 ekor, Amerta Buana 723 ekor, Baturinggit 350 ekor, Kubu 466 ekor, Desa Tianyar Tengah 1.541 ekor, serta  Tulamben sebanyak 884 ekor anjing.

“Vaksin ini kami dapat sekitar 15.000 vial. Namun tak semua dikeluarkan, ada distok,” tambah Siki Ngurah.

Pihaknya menghimbau maasyarakat agar bawa anjing, kucing atau kera peliharaan untuk mendapatkan vaksinm. Agar tak tertular rabies. Pemberian vaksinasi dilakukn secara gratis di desa serta di UPTD Keswan.

Untuk diketahui, estimasi populasi anjing di Kabupaten Karangasem tahun 2022 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun ini populasi anjing diprediksi mencapai 74.105 ekor lebih, diperkirakan mengalami kenaikan beberapa ribu.

Hampir 80 persen anjing liar dan diliarkan. Sedangkan yang bertuan 10 persen.

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved