Berita Bangli

Usai Longsor di Gamongan I Bangli Bali, Air Bah Terjang Pipa di Tirta Barong

Usai kejadian longsor di Gamongan I, Air Bah terjang pipa di Tirta Barong, Dewa Rono targetkan perbaikan pipa transmisi rampung hari ini.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Perbaikan pipa transmisi di sumber air Gamongan I, Desa Kayubihi, Bangli, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Proses perbaikan pipa transmisi yang rusak akibat longsor di Desa Kayubihi, Bangli, Bali sudah rampung.

Pihak Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli menegaskan distribusi air bersih ke para pelanggan akan segera normal. 

Hal tersebut dikatakan Direktur Perumda Dewa Gede Ratno Suparso Mesi, pada Minggu 12 Maret 2023.

Kata dia, pasca diketahui diterjang longsor pada Rabu 8 Maret 2023 pihaknya segera melakukan upaya perbaikan.

Diakui proses perbaikan jaringan pipa di sumber mata air Gamongan I, Desa Kayubihi, Bangli ini butuh waktu sebab kondisi medan yang cukup berat.

"Perbaikan melibatkan rekanan dan petugas perumda, serta masyarakat lokal  dengan total sekitar 25 orang," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Dewa Rono ini mengatakan, panjang pipa yang rusak sekitar 120 meter.

Ia tidak memungkiri akibat kondisi ini, suplai air bersih ke pelanggan terutama di wilayah kota terganggu.

Di beberapa titik ada pelanggan yang tidak mendapatkan air, walaupun pola distribusi dilakukan secara bergilir. 

Baca juga: Suplai Air Bersih Ribuan Pelanggan PDAM Bangli Terganggu Akibat Longsor

"Karenanya dalam proses perbaikan kami mengubah jalur pipa, sebab jaringan pipa sebelumnya amblas dan kondisi pipa ada di dasar sungai. Upaya ini untuk mempercepat perbaikan. Pun demikian seluruh proses perbaikan ini dilakukan sampai malam, agar distribusi air ke pelanggan segera normal. Astungkara proses perbaikan hanya butuh waktu dua hari, dan sekarang air sudah mulai normal," imbuhnya.

Usai perbaikan di Gamongan I, Direktur Asal Banjar/Kelurahan Kawan, Bangli ini menambahkan, saat ini pihaknya masih berupaya menyelesaikan perbaikan jaringan pipa di sumber mata air Tirta Barong.

Dewa Rono menyebut jaringan pipa yang berlokasi di aliran sungai Sangsang ini sempat putus akibat dihantam air bah. 

"Sebenarnya perbaikan sudah selesai, tapi ternyata air belum mengalir. Setelah ditelusuri petugas diketahui ada jaringan pipa tersumbat. Dan saat ini petugas sedang mencari titik pipa yang tersumbat," ungkapnya. 

Lanjut Dewa Rono, rusaknya jaringan pipa Tirta Barong mengakibatkan layanan pada pelanggan di LC Uma Aya jadi terganggu.

Pihaknya meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

"Kami sudah berusaha sekuat tenaga agar setiap terjadi gangguan bisa secepat mungkin teratasi. Mudah-mudahan hari ini pengerjaan bisa rampung sehingga air kembali normal," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved