Berita Bali

1.331 Polisi Kawal Pawai Ogoh-ogoh, Sampah Meningkat 25 Persen

Polda Bali mengerahkan 1.331 personel, untuk melakukan pengamanan pawai ogoh-ogoh di Kota Denpasar, Selasa (21/3) malam lalu.

Ida Bagus Putu Mahendra
Suasana pawai ogoh-ogoh di kawasan Patung Catur Muka Denpasar tahun 2023. 

TRIBUN-BALI.COM - Polda Bali mengerahkan 1.331 personel, untuk melakukan pengamanan pawai ogoh-ogoh di Kota Denpasar, Selasa (21/3) malam lalu.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, sebanyak 1.331 personel tersebut terdiri dari 725 personel Polresta Denpasar dan 606 personel Polda Bali.

“Di mana Polresta Denpasar sejumlah 725 orang yang akan diterjunkan di wilayah Denpasar. Kemudian untuk Polda Bali ada sebanyak 606 personel,” ungkap Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto.

Sebanyak 606 personel Polda Bali itu, bertugas membantu pengamanan yang dilakukan oleh personel Polresta Denpasar.

“Untuk pengamanan dari Polda Bali, memback-up personel yang ada di Polresta Denpasar,” tambahnya.

Ratusan personel Polda Bali itu terbagi ke dalam 7 UKL (Unit Kerja Lapangan). Sebanyak 6 UKL Polda Bali ditugaskan untuk menjaga persimpangan dan 1 UKL sisanya bertugas untuk berpatroli.

Adapun sejumlah persimpangan yang dilakukan pengamanan yakni Simpang Catur Muka, Simpang Sanglah, Simpang Teuku Umar, Simpang Tohpati, dan lain-lain.

“Simpang WR Supratman 60 personel, ada Simpang Sanglah, Teuku umar, dan 1 UKL Mobile,” jelas Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto.

Baca juga: Tumpek Uye, 60 Ribu Benih Ikan Akan Ditebar di Buleleng Bali 

Baca juga: Tradisi Omed-omedan di Sesetan Kembali Normal Pasca Pandemi Covid-19, Penonton Membeludak

Suasana pawai ogoh-ogoh di kawasan Patung Catur Muka Denpasar tahun 2023.
Suasana pawai ogoh-ogoh di kawasan Patung Catur Muka Denpasar tahun 2023. (Ida Bagus Putu Mahendra)

Sampah Meningkat 25 Persen

Pasca pangerupukan dan pawai pawai ogoh-ogoh, volume sampah di Kota Denpasar mengalami peningkatan sebanyak 25 persen.

Di mana jumlah sampah ini didominasi oleh sampah upakara dan bangkai ogoh-ogoh.

Selain itu ada pula sampah yang ditinggalkan penonton pawai ogoh-ogoh.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Denpasar, I Ketut Adi Wiguna, mengatakan setelah pawai ogoh-ogoh diperbolehkan pasca pandemi Covid-19, sampah mula kembali ada peningkatan.

Sampah-sampah tersebut didominasi dari bangkai ogoh-ogoh dan rangkaiannya. Ia mengatakan, di Denpasar ada belasan titik ogoh-ogoh yang ditinggalkan pemiliknya di jalanan yang harusnya ogoh-ogoh kembali di bawa pulang.

"Banyak sekali bangkai ogoh-ogoh ditinggalkan di jalanan," katanya pada Kamis (23/3).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved