Berita Gianyar

Kepala BPKAD Gianyar Meninggal Mendadak Saat Olahraga

Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali berduka, Minggu 26 Maret 2023, Kepala BPKAD Gianyar Meninggal Mendadak Saat Olahraga

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
Kepala BPKAD Gianyar, Ngakan Ketut Jati Ambarsika semasa hidup. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali berduka, Minggu 26 Maret 2023.

Dimana seorang putra daerah, Ngakan Ketut Jati Ambarsika, yang menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Gianyar meninggal dunia, akibat serangan jantung saat bermain pickleball di kantornya.

Jenazah mendiang pun saat berita ini ditulis, masih berada di RSUD Sanjiwani, Gianyar.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa Ngakan Jati sapaannya, telah meninggalkan kita semua. "Benar, beliau meninggal. Tadi saya diinfokan saat kejadian. Meninggal karena serangan jantung pas olahraga di kantornya," ujar Mahayastra. 

Mahayastra mengatakan, dirinya sangat terkejut, sekaligus merasa kehilangan.

Sebab selama ini, Ngakan Jati merupakan salah satu kepala OPD yang berperan penting dalam pembangunan daerah.

Baik dalam memperjuangkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional maupun meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

"Beliau orang yang luar biasa. Mungkin jika bukan Ngakan Jati, dana PEN kita tak semulus sekarang. Pembamgunan PEN itu kan melibatkan lintas OPD. Programnya ratusan, dan berhasil semua. Di tingkat pengusulan, pelaksanaan sampai di tingkat manfaat. Membangun rumah sakit, pasar, jalan, jembatan, dll. Itu berat. Ada ratusan kabupaten/kota mengajukan data PEN, tak bisa seperti kita di Gianyar. Itu salah satu kerja keras dari Ngakan Jati," ujar Mahayastra.

Politikus PDIP asal Payangan itu juga mengungkapkan,  Ngakan Jati merupakan sosok yang tak neko-neko.

Baca juga: Denpasar Masih Miliki 45 Hektar Kawasan Kumuh, 85 Persen Tanggungjawab Pusat

Bahkan di tahun pertamanya menjabat Kepala BPKAD Gianyar, Ngakan Jati langsung meningkatkan PAD Gianyar secara signifikan.

"PAD kita jauh meningkat. Di tahun pertamanya saja, PAD yang awalnya hanya Rp 600 miliar, tembus 1 triliun. Itu karena prestasi di bidangnya beliau," kata Mahayastra.

Dalam catatan Tribun Bali, di awal jabatannya sebagai Kepala BPKAD pada 2019 lalu, Ngakan Jati membentuk Satgas BPKAD.

Bersama Satgas ini, Ngakan Jati turun ke hotel-hotel penunggak pajak. Meminya mereka agar membayar pajak.

Setiap hotel yang mengutang pajak, nama hotelnya dipampang di pemberitaan media.

Hal itupun menyebabkan hotel penunggak pajak malu melalaikan kewajibannya membayar pajak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved