Cuaca Ekstrem di Bali
DAMPAK Cuaca Ekstrem, Nelayan di Gianyar Terpaksa Alih Profesi Demi Sambung Hidup
Mereka mengalami penurunan hasil tangkapan ikan drastis, sehingga untuk sementara memilih alih profesi untuk menghidupi keluarganya.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Gelombang tinggi dan angin kencang masih terjadi di seluruh pesisir Bali menyebabkan nelayan tradisional tidak bisa melaut. Kondisi ini pun berdampak pada sekitar 75 nelayan Pantai Lebih, Desa Lebih, Gianyar.
Mereka mengalami penurunan hasil tangkapan ikan drastis, sehingga untuk sementara memilih alih profesi untuk menghidupi keluarganya.
Salah satu tokoh nelayan setempat, I Wayan Join Hermanto, Minggu (4/1), pihaknya bersyukur tangkapan sebelumnya relatif bagus, sehingga masih bisa mengandalkan hasil penjualan tersebut untuk menyambung hidup.
"Bersyukur bulan sebelumnya tangkapan Gurita dan ikan Lemuru melimpah, sehingga nelayan memiliki tabungan yang digunakan saat paceklik ikan saat ini," ujar pria yang juga Danton Balawista Gianyar itu.
Baca juga: TEWAS Mendadak di Warung Jus Sesetan, Made Edo Sempat Mengeluh Sakit, Berita Duka Warga Buleleng!
Baca juga: RESMI Eddy Mulya Ditunjuk Jadi Sekda Denpasar Definitif, Pelantikan Tinggal Tunggu Waktu Wali Kota
Namun, kata dia, tabungan tersebut tidak bisa terus diandalkan, sehingga para nelayan pun terpaksa mencari pekerja lain. Beberapa pekerjaan alternatif yang dilakukan sembari menunggu cuaca membaik dan tangkap melimpah, di antaranya menjadi buruh bangunan, mengelola lahan pertanian, atau beternak sapi. "Biasanya pekerjaan sampingannya sebagai buruh bangunan atau tukang asap bata untuk bangunan Pelinggih," jelas Hermanto.
Join menjelaskan bahwa cuaca buruk ini diprediksi masih berlangsung hingga Maret. Karena itu, pihaknya saat ini di Balawista, terus memberikan imbauan pada warga yang berkunjung ke pantai agar tidak melakukan aktivitas mandi, berenang di Pantai Lebih, karena rawan terseret gelombang. "Aktivitas mandi di pantai kami lakukan pembatasan sesuai kondisi gelombang," ujarnya.
Buruknya cuaca saat ini juga menjadi perhatian serius Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Gianyar. Mereka terus meningkatkan kegiatan patroli rutin di wilayah pesisir guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) perairan.
Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP Ketut Nariawan mengatakan berdasarkan perintah Kapolres Gianyar, pihaknya terus meningkatkan pengawasan pantai di Kabupaten Gianyar. Hal itu untuk mengantisipasi kecelakaan laut, seperti terseret air laut.
Sebab kondisi ombak saat ini cukup tinggi. "Kami imbau untuk sementara ini masyarakat tidak mandi di pantai, karena kondisi gelombang masih tinggi dampak cuaca ekstrem," ujarnya. (weg)
| Volume Air Sungai di Jembrana Meningkat Drastis, Warga Dihantui Banjir Bandang |
|
|---|
| Musim Kemarau di Jembrana Diprediksi Mulai April, 6 Bulan Sangat Panas Hampir Tidak Ada Hujan |
|
|---|
| Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 2 Jam ke Depan, Berikut Daerah yang Perlu Diwaspadai |
|
|---|
| Pasca Banjir, Siswa SDN 18 Sesetan Denpasar Gelar Bersih-bersih, Kepsek: Besok Belajar Biasa |
|
|---|
| BPBD Bali Sebut 350 Orang Dievakuasi Akibat Cuaca Ekstrem, Koster: Warga Hati-hati Saat Bepergian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nelayan-alih-profesif-c.jpg)