Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Piala Dunia U20 2023

Kecewa Piala Dunia U-20 Batal di Indonesia, Komunitas Suporter Bali Gelar Diskusi Publik

Kecewa batalnya Piala Dunia U-20 Indonesia, Komunitas Suporter Bali Pecinta Sepak Bola Nasioal gelar diskusi publik.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
dok/kemenpora.go.id
Logo Piala Dunia U-20 tahun 2023 yang awalnya akan digelar di Indonesia namun kini telah dibatalkan oleh FIFA - Kecewa batalnya Piala Dunia U-20 Indonesia, Komunitas Suporter Bali Pecinta Sepak Bola Nasioal gelar diskusi publik. 

TRIBUN-BALI.COM, BALI – Menyikapi batalnya Indonesia sebagai host FIFA world Cup U-20, Komunitas Suporter Bali Pencinta Sepak Bola Nasional menggagas ruang ekspresi sebuah diskusi publik di Wantilan DPRD Bali, Renon, Denpasar, Bali, pada Sabtu 1 April 2023 pukul 10.00 WITA.

Penanggungjawab kegiatan, Putu Sugiatmika menyampaikan, meski apapun yang saat ini dilakukan tidak mampu merubah arah kegagalan menyelenggarakan Piala Dunia, namun melalui diskusi ini suporter ingin membangun kesadaran kepada para pihak yang berperan menggagalkan perhelatan berskala internasional ini. 

"Melalui diskusi ini konteksnya kami ingin edukasi kepada publik bahwa pecinta sepak bola jangan selalu dikorbankan, soal isu manuver politik atau apapun itukita bukan domain kami, pesan kami jangan sepak bola dijadikan korban," kata Putu kepada Tribun Bali, pada Jumat 31 Maret 2023. 

Pihaknya ingin menunjukkan eksistensi suporter sepak bola Indonesia, bahwa suporter memiliki power untuk melakukan perlawanan.

"Supaya kedepan jangan ada perseden buruk, bahwa suporter eksis punya rasa kecewa dan amarah," tuturnya.

Pihaknya mengaku merasa sangat prihatin fenomena pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia.

"Apalagi ada potensi sanksi berpotensi membunuh semangat adik adik dari pelaku sepak bola, animo suporter bukan hanya permainan semata, tapi suporter membangun kecintaan, jati diri, rasa bangga, bukan hanya permainan semata," bebernya.  

"Fakta ini harus disadarai pemangku kebijakan, kesatuan yang menimbulkan pembatalan ini," tukasnya. 

Baca juga: Piala Dunia U20 Indonesia Dibatalkan FIFA, Gibran Rakabuming Raka Ucapkan Maaf ke Ganjar dan Koster

Dirinya mengapresiasi di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo muncul Inpres nomor 3 tahun 2019 tentang kemajuan sepak bola Indonesia. 

"Pecinta sepak bola berbesar hati begitu besar perhatian pemerintah, tapi implementasinya kami boleh nilai madih gagal, regulasi, kompetisi, tragedi kanjuruhan yang menjadi rangkaian kegagalan pemerintah PSSI tidak serius membangun ini," paparnya.

Menurutnya, sepak bola dan Piala Dunia U-20 yang sejatinya mengandung makna kebanggaan besar justru menjadi buah kekecewaan dan luka mendalam bagi pecinta sepak bola nasional.

Melalui diskusi publik ini, Komunitas Suporter Bali Pecinta Sepak Bola Nasional mendesak pihak pemerintah terutama Gubernur Bali memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban.

"Ada 35 ribu orang lebih yang menggantungkan hidup dari sepak bola, mimpi anak-anak, UMKM, penjual baju, itu hidup dari sepak bola, ini bukan perkara sederhana," ujarnya.

Lanjut dia, bahwa fenomena pembatalan ini seperti drama dengan banyak kasak-kusuk politik disinyalir ada di belakangnya. 

“Pecinta sepakbola selalu di korbankan, atas hasrat politik entah apa itu. Mimpi anak bangsa di kubur, tentu kita harus lawan. Melawan dengan elegan,” kata dia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved