Pemilu 2024
Mudarta Ikut Turun Gunung, Berebut Kursi ke Senayan di Pemilu 2024
Mudarta Ikut Turun Gunung, Berebut Kursi ke Senayan di Pemilu 2024, Tarung Perdana Selama Dua Periode Ketua Demokrat
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Fenty Lilian Ariani
DENPASAR, TRIBUN-BALI.COM - Demokrat Bali telah mengantongi sejumlah nama Bacaleg (bakal calon legislatif) DPR RI pada Pemilu 2024 mendatang.
Daftar Bacaleg tersebut sudah mencapai 100 persen yang disyaratkan.
Di antara nama-nama Bacaleg, ada I Made Mudarta yang juga Ketua DPD Demokrat Bali.
Kemunculan Mudarta sebagai Bacaleg DPR RI cukup menarik perhatian.
Pasalnya, selama dua periode menjabat ketua DPD Demokrat Bali, Mudarta belum pernah turun gelanggang menjadi Caleg.
Terkait langkah politiknya itu, Mudarta mengungkapkan, dirinya memang akan berlaga memperebutkan kursi DPR RI.
Ia menuturkan, keinginannya untuk ikut berlaga pada Pemilu mendatang guna meningkatkan baktinya kepada bangsa dan negara. Selain ada desakan dari DPP Demokrat, keikutsertaannya itu juga untuk melengkapi kuota Bacaleg DPR RI dari Demokrat Bali.
“Saya berkomitmen meningkatkan bakti saya kepada bangsa dan negara, mau menjadi Caleg DPR RI. Kebetulan dari daftar nama, laki-laki kurang lagi satu, Pak Sada (Sekretaris Demokrat Bali) mendesak saya biar pak ketua yang mengisi,” terang Mudarta, Jumat (31/3).
Nantinya, Mudarta akan menghadapi sejumlah incumbent maupun new comer termasuk mantan kader Demokrat Bali Tutik Kusuma Wardhani dan IB Oka Gunastawa yang kini bergabung dengan NasDem.
Tak hanya itu, Mudarta juga akan berhadap-hadapan dengan Gede Pasek Suardika, mantan anggota DPR dari Demokrat yang kini menjadi ketua umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
Di luar lingkungan Demokrat, Mudarta juga akan menghadapi sejumlah nama incumbent dari Dapil Bali. Seperti Made Urip (255.130 suara), IGN Kesuma Kelakan (173.818 suara), I Nyoman Parta (170.629 suara), I Wayan Sudirta (119.985 suara), I Gusti Agung Rai Wirajaya (103.947 suara), dan I Ketut Kariyasa Adnyana (75.903 suara) dari PDIP. Kemudian ada Gde Sumarjaya Linggih alias Demer (114.108 suara) dan AA Bagus Adhi Mahendra Putra (66.724 suara) dari Golkar serta Putu Supadma Rudana (38.624 suara) dari Demokrat.
Menanggapi persaingan tersebut, Mudarta mengaku justru gembira.
Ia menilai, semakin banyak Bacaleg yang bertanding, membuat masyarakat Bali memiliki banyak pilihan.
Selain itu, dengan bertandingnya sejumlah tokoh di Bali menunjukkan semakin terbukanya pemikiran tokoh di Bali soal perjuangan kepentingan masyarakat Bali melalui jalur politik.
“Semakin banyak calonnya, ini bagus bagi rakyat. Rakyat itu banyak punya pilihan.
Jadi masyarakat bebas bisa memilih.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.