Berita Buleleng
10 hingga 15 Unit STB Laku Terjual Per Hari di Buleleng, 34 Persen STB Gratis Batal Didistribusikan
Siaran TV analog akan resmi dihentikan per 31 April. Pedagang Set Of Box (STB) di Kota Singaraja pun mulai diserbu pembeli. Per hari rata-rata ada 10
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Siaran TV analog akan resmi dihentikan per 31 April. Pedagang Set Of Box (STB) di Kota Singaraja pun mulai diserbu pembeli. Per hari rata-rata ada 10 hingga 15 unit STB yang laku terjual.
Seperti yang diungkapkan pedagang Toko Mapan Jaya Elektronik di Jalan Diponegoro, Kecamatan Buleleng bernama Gede Nova Astama.
Pria berusia 35 tahun ini menyebut setiap hari rata-rata ada 10 hingga 15 unit STB yang laku terjual. Pembelinya tidak hanya warga dari Buleleng, namun juga dari Karangasem hingga Klungkung.
Baca juga: Pil Koplo Sasar Kalangan Remaja di Buleleng Bali, Total 550 Butir Dimusnahkan Kejari Buleleng
Satu unit STB dijual dengan harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu tergantung merek. STB kata Nova sejatinya mulai diserbu pembeli sejak piala dunia 2022 lalu, agar dapat menonton pertandingan sepak bola.
"Ramenya sebenarnya sejak Piala Dunia. Terus sempat melandai, kemudian sejak dua hari kemarin ramai lagi," terangnya.
Terpisah Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan pihaknya juga menyalurkan STB gratis untuk warga miskin di Buleleng.
Baca juga: Semarak Buleleng Bangkit, Upaya Bangkitkan Kembali UMKM Pasca Pandemi
Progres penyalurannya sejatinya sudah mencapai 100 persen.
Namun 34 persen di antaranya tidak memenuhi syarat sehingga batal didistribusikan.
Ini lantaran penerima tersebut tidak memiliki TV, wilayah tempat tinggalnya tidak menjangkau sinyal TV digital, serta sudah pindah domisili.
"Penyalurannya sudah 100 persen, berdasarkan data yang diturunkan oleh pemerintah pusat. Namun 34 persen diantaranya batal disalurkan karena tidak memenuhi syarat yang ditentukan," jelasnya.
Baca juga: Dua Terdakwa Kasus Perdagangan Orang Dituntut Tujuh Tahun Penjara, Ini Kata Kejaksaan Buleleng
Meski siaran TV analog akan dialihkan ke digital, Suarmawan tidak menampik beberapa wilayah di Buleleng masih masuk kategori blank spot.
Untuk di wilayah Kota Singaraja, hanya menangkap 28 siaran TV digital. Sementara wilayah lainnya hanya menangkap 16 hingga empat siaran.
Ia pun optimis hal ini akan teratasi setelah proyek Turyapada Tower di wilayah Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng rampung dikerjakan.
"Kami yakin dengan pembangunan tower oleh Pemprov Bali, siaran TV digital akan mudah dijangkau oleh seluruh wilayah Buleleng. Sehingga siaran TV digital kedepannya akan maksimal," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Berita Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pedagang-STB-di-Buleleng.jpg)