Berita Bangli

43 Titik Wilayah Perbatasan di Kabupaten Bangli Bali Akan Dipasangi Jaringan Fiber Optic

Sebanyak 43 titik wilayah perbatasan di Kabupaten Bangli, Bali, akan dipasangi jaringan fiber optic.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadis Kominfosan Bangli, I Wayan Dirgayusa - Sebanyak 43 titik wilayah perbatasan di Kabupaten Bangli, Bali, akan dipasangi jaringan fiber optic. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemerintah Kabupaten Bangli terus berupaya meminimalisir ruang blank spot atau wilayah yang belum tersentuh sinyal internet.

Terbukti di tahun 2023 ini, daerah-daerah perbatasan di Bangli yang dirasa sulit sinyal internet, akan diperkuat melalui jaringan fiber optic

Kepala Dinas Kominfosan Bangli, I Wayan Dirgayusa, pada Minggu 9 April 2023 mengatakan, ada 43 titik yang menjadi target baru untuk pemasangan fiber optic.

Seluruhnya tersebar di empat kecamatan. 

"Jaringan internet fiber optic di Bangli sebelumnya sudah terpasang di 218 titik. Yang menjadi target sasaran adalah fasilitas umum. Seperti obyek-obyek wisata, puskesmas, dan desa adat," ungkapnya.

Untuk pemasangan jaringan baru, lanjut Dirgayusa, secara umum 60 persen dari total 43 pemasangan jaringan fiber optic ini, berpusat di wilayah Kintamani.

Alasannya karena secara geografis, wilayah Kintamani masih banyak yang cenderung blank spot.

Untuk sasarannya sendiri yakni diprioritaskan ke puskesmas pembantu (Pustu) wilayah-wilayah perbatasan, yang dirasa blank spot.

Baca juga: 13 Ribu KK di Bangli Dapat Jatah Bantuan Beras dari Bulog

Misalnya di Banjar Bunut dan Banjar Madya Desa Terunyan, yang berbatasan dengan Kabupaten Karangasem. 

"Target kita memfasilitasi dan menghubungkan jaringan internet di daerah tersebut. Mulai dari Pustunya hingga Desa Adatnya. Selain itu juga di Desa Kutuh. Tidak hanya puskesmas dan desa adat, namun juga desa wisata di daerah yang agak jauh dari pusat kota," jelasnya.

Mengenai anggarannya, mantan Camat Kintamani itu mengaku pada tahun sebelumnya pemasangan jaringan fiber optic dianggarkan Rp 1,2 miliar. Sedangkan tahun ini dianggarkan Rp 1,9 miliar. 

"Ini anggarannya bersumber dari BKK Provinsi Bali. Harapannya dengan semakin banyaknya jaringan fiber optic ke wilayah-wilayah pedesaan, mampu menjadi jembatan antara kebutuhan dan akses informasi masyarakat dengan berbagai layanan pemerintah," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved