Pemilu 2024
Partai Kecil di Gianyar Krisis Caleg, PKN Gianyar Sebut Dampak Politik Bansos
Pemilihan Legislatif (Pileg) Gianyar 2024, diprediksi akan sulit bagi partai-partai kecil atau yang tidak memiliki kursi di DPRD Gianyar.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemilihan Legislatif (Pileg) Gianyar 2024, diprediksi akan sulit bagi partai-partai kecil atau yang tidak memiliki kursi di DPRD Gianyar.
Kesulitan pun telah terlihat sejak sekarang ini.
Di mana banyak dari mereka yang belum mendapatkan calon yang akan diusung ke DPRD Gianyar.
Kondisi ini tak terlepas dari dominasi partai penguasa, yang telah memiliki basis yang kuat hingga ke skup banjar karena politik bansosnya.
Baca juga: Pemkab Gianyar Segera Salurkan Bantuan Grandong dan 500 Hektare Bibit Padi
Informasi dihimpun Tribun Bali, Senin 17 April 2023, pengurus partai kecil saat ini masih bergerilya mendekati tokoh-tokoh agar mau dicalonkan sebagai anggota DPRD Gianyar.
Banyak dari mereka yang gagal menggaet tokoh, lantaran tokoh yang diincar enggan maju dari partai non penguasa, karena di wilayahnya telah dipegang oleh partai penguasa.
Sementara, partai-partai kecil yang calonnya pas-pasan, hanya berharap jika pemilihan nanti menggunakan sistem proporsional tertutup atau suara ditentukan oleh suara partai.
Baca juga: Terima Rekomendasi Dewan, Pemkab Gianyar Diminta Cari Potensi PAD Selain Pariwisata
Sebab dengan sistem itu, kemungkinan besar persaingan dalam mencari dukungan suara akan lebih 'adem'.
Sebab dengan sistem itu, caleg yang mendapat nomer urut di bawah tiga, kemungkinan enggan untuk bertarung habis-habisan.
Sementara caleg dengan nomer urut 1,2 dan 3, juga diprediksi tak akan berkampanye habis-habisan karena akan memanfaatkan suara dari caleg nomer urut di bawahnya.
Baca juga: Bangkitkan Kesenian Drama , BPD se Gianyar Pentaskan Cupak Grantang Dalam HUT Gianyar
Ketua Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gianyar, I Nyoman Ariawan mengatakan bahwa pihaknya saat ini kesulitan dalam mencari calon legislatif.
Jangankan menjaring bakal caleg, bersosialisasi pun sulit. Karena semua komunitas masyarakat dari terbawah sudah dikunci bansos partai penguasa.
"Sujatinya banyak tokoh potensial yang kita dekati. Kendala mereka ya itu. Tidak siap bersaing dengan caleg yang tebar materi dan didukung bansos," ungkapnya.
Baca juga: Bangkitkan Kesenian Drama , BPD se Gianyar Pentaskan Cupak Grantang Dalam HUT Gianyar
Ariawan pun menyayangkan politik bansos ini. Sebab secara tak langsung telah menggerogoti demokrasi.
"Di tingkat banjar, subak, paibon dan lainnya semua sudah terkunci. Kalaupun ada satu dua yang beda arah, tak berani tampil terang-terangan," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-Pimpinan-Cabang-Partai-Kebangkitan-Nusantara-PKN-Gianyar-I-Nyoman-Ariawan.jpg)