Mudik Lebaran 2023
Rekayasa Lalu Lintas ke Desa-desa Bisa Diterapkan, Truk Besar Masih Melintas di Jalur Nasional
Rekayasa Lalulintas ke Desa-desa Bisa Diterapkan, Truk Besar Nampak Masih Melintas di Jalur Nasional
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Lonjakan pemudik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana mulai terlihat, Rabu 19 April 2023 dinihari.
Bahkan, antrean kendaraan di jalur nasional sempat mencapai sekitar 6 kilometer lebih.
Pihak kepolisian kemungkinan bakal menerapkan rekayasa arus lalu lintas dengan memasukan kendaraan ke jalur yang sudah disediakan untuk mengurai penumpukan kendaraan.
Disisi lain, sejumlah kendaraan seperti truk panjang masih bisa beroperasi pada Selasa 18 April 2023 kemarin meskipun pembatasan kendaraan kategori sumbu tiga ke atas sudah dibatasi sejak Senin 17 April 2023 lalu. Sebagian kendaraan juga nampak sudah "dikandangkan" di areal parkir UPPKB Cekik.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, lonjakan pemudik yang menuju Pelabuhan Gilimanuk sudah mulai padat bahkan menyebabkan antrean yang cukup panjang di jalur nasional. Kenaikan jumlah pemudik disebutkan meningkat 60 hingga 70 persen dari sebelumnya.
"Kami imbau agar para pemudik meningkatkan kesabarannya saat antrean di sepanjang jalan menuju pelabuhan. Mungkin ini bisa berjam-jam. Sepertinya hari ini menjadi puncak arus mudik," katanya.
Dia melanjutkan, bagi pemudik yang tidak melaksanakan ibadah puasa, diharapkan untuk menyiapkan makanam ataupun minuman yang dikonsumsi saat mengantre menuju pelabuhan.
Kemudian para orang tua juga harus menjaga anak-anaknya selama arus mudik ini agar tak terjadi hal yang tak diinginkan.
"Dan jika ada yang merasa kurang sehat, bisa memeriksa kesehatannya di posko pelayanan yang sudah disediakan," imbaunya.
Kombes Satake Bayu juga mengingatkan kepada para pemudik yang mungkin masih berada di Denpasar agar menantau kondisi serta menunggu waktu di pelabuhan.
Artinya bida disesuaikan kapan waktu yang tepat untuk menyeberang.
"Pemudik yang belum melakukan perjalanan agar bisa memantau kondisi di pelabuhan Gilimanuk ini. Ambil waktu yang lengang seperti siang atau malam hari sehingga kemacetan bisa diantisipasi," jelasnya.
Bagiamana dengan rekayasa lalulintas yang sudah disiapkan untuk mengantisipasi adanya antrean terlalu panjang, Kombes Satake menyebutkan penerapannya (rekayasa lalulintas) bakal diterapkan ketika sangat padat. Petugas di lapangan bakal menyesuaikannya.
Disinggung mengenai masihnya ada truk besar dengan sumbu tiga beroperasi di jalur Denpasar-Gilimanuk ini, Kabid Humas Polda Bali mengakui pihaknya telah melakukan imbauan kepada para sopir dan pemilik armada untuk menyesuaikan dengan SKB larangan melintas selama angkutan lebaran 2023.
"Terutama untuk barang bangunan bisa dialihkan dulu. Yang masih boleh adalah kendaraan pengangkutan bahan pokok kesehatan atau bahan yang dibutuhkan," tandasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.