Berita Tabanan

Libatkan 400 Peserta Peringati HKB, PMI Tabanan Adakan Simulasi Hadapi Gempa Bumi di Sekolah

Peringatan yang jatuh setiap 26 April ini diimbau pemerintah, untuk dilakukan simulasi di setiap instansi atau organisasi.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
 Pelaksanaan simulasi kebencanaan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi oleh PMI Kabupaten Tabanan bersama warga SMP N 5 Tabanan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Provinsi Bali secara serentak, melaksanakan simulasi kesiapsiagaan bencana, dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2023.

Hal ini tertuang sebagai imbauan, dalam surat edaran Pemerintah Provinsi Bali Nomor : B.15.360/3427/PK/BPBD.

Peringatan yang jatuh setiap 26 April ini diimbau pemerintah, untuk dilakukan simulasi di setiap instansi atau organisasi.

Tidak ketinggalan, simulasi kebencanaan ini juga dilakukan oleh lembaga pendidikan yaitu SMPN 5 Tabanan.

Baca juga: Serangkaian HKB 2023, BPBD Bangli Laksanakan Simulasi Bencana

Baca juga: Pampers Hingga Pembalut Berserakan di Jalur Mudik, 21 Ton Lebih Sampah Diangkut di Jembrana

 Pelaksanaan simulasi kebencanaan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi oleh PMI Kabupaten Tabanan bersama warga SMP N 5 Tabanan.
 Pelaksanaan simulasi kebencanaan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi oleh PMI Kabupaten Tabanan bersama warga SMP N 5 Tabanan. (Istimewa)

Simulasi ini didampingi oleh PMI Kabupaten Tabanan, yang sekaligus juga memimpin pelaksanaan simulasi pada 26 April 2023 pagi itu.

Kepala Markas PMI Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Wartana, mengatakan pihaknya telah membuat rancangan simulasi yang akan diikuti oleh seluruh peserta.

Para peserta sendiri adalah seluruh warga sekolah serta staf dan tim ambulans PMI Kabupaten Tabanan.

“Simulasi diawali dengan memberikan arahan dan skenario yang telah kami susun. Termasuk juga membagi peran-peran yang harus dilakukan peserta,” kata I Gusti Putu Wartana.

Adapun skenario yang dirancang adalah kesiapsiagaan warga sekolah, dalam menghadapi bencana gempa bumi.

Simulasi dimulai pukul 10.00 Wita, sesuai arahan pemerintah yang ditandai dengan bunyi sirine.

Dalam skenario diceritakan terjadi gempa bumi, dengan kekuatan 6,5 SR saat siswa sedang melangsungkan ujian sekolah.

 Pelaksanaan simulasi kebencanaan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi oleh PMI Kabupaten Tabanan bersama warga SMP N 5 Tabanan.
 Pelaksanaan simulasi kebencanaan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi oleh PMI Kabupaten Tabanan bersama warga SMP N 5 Tabanan. (Istimewa)

Warga sekolah kemudian segera berlindung dengan mengambil sikap 'drop, cover, and hold on' yang dapat dilakukan di bawah meja atau dengan benda lain.

Warga sekolah yang berada di luar bangunan, bisa langsung menuju titik kumpul yaitu Lapangan Umum Desa Sudimara.

Setelah gempa bumi usai, petugas keamanan mengecek situasi di sekitar sekolah termasuk di ruangan sesuai arahan kepala sekolah.

“Di sini diceritakan ada yang terluka, jadi kami juga akan menurunkan tim ambulans untuk evakuasi.

Harapannya setelah simulasi ini, sekolah dapat menerapkannya dengan baik sehingga mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Kepala Markas.

Sementara itu, Kepala SMP N 5 Tabanan, Dewa Ketut Wartika, S.Pd.Kn mengatakan kurang lebih 400 peserta dilibatkan, termasuk juga petugas kantin sekolah.

Ia mengucapkan terima kasih kepada PMI Kabupaten Tabanan, atas pendampingannya dan berharap ada dampak positif dari simulasi ini.

“Sekolah kami bertingkat, jadi harapannya setelah ini siswa tau cara untuk menyelamatkan diri dari bencana.

Kami mendapatkan banyak hal dari simulasi ini dan kami mengucapkan terima kasih untuk PMI Kabupaten Tabanan,” ujar Dewa Ketut Wartika.

Senada dengan kepala sekolahnya, Gusti Bagus Prana Diatmika, siswa SMPN 5 Tabanan juga merespon baik adanya simulasi tersebut.

Ia juga berharap ilmu-ilmu yang ia dapatkan dari simulasi dapat diterapkan saat gempa bumi terjadi.

“Biasanya saya panik kalau ada gempa bumi tapi setelah ikut simulasi saya bisa tahu cara menghadapi gempa dan melindungi diri.

Saya sangat senang mengikuti simulasi, Dan ilmu ini bisa saya terapkan saat terjadi gempa bumi di mana saja,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved