Teknisi Tewas Terjepit di Lift Kantor Pemprov Jateng, BPJS Cairkan Rp184 Juta, Ganjar Turut Berduka

Pada hari Senin 8 Mei 2023 lalu, seorang teknisi lift diberitakan tewas terjepit lift saat sedang melakukan perawatan berkala.

Editor: Mei Yuniken
Pemprov Jateng
Ganjar Pranowo Mengunjungi Rumah Duka, Teknisi yang Meninggal Terjepit Lift di Kantor Pemprov Jateng (Rabu, 10 Mei 2023) 

TRIBUN-BALI.COMTeknisi Tewas Terjepit di Lift Kantor Pemprov Jateng, BPJS Cairkan Rp184 Juta, Ganjar Turut Berduka

Lagi-lagi peristiwa nahas yang berkaitan dengan lift kembali terjadi.

Pada hari Senin 8 Mei 2023 lalu, seorang teknisi lift diberitakan tewas terjepit lift saat sedang melakukan perawatan berkala.

Korban yang kini diketahui Bernama Andrianus Ari Wibowo (36) tewas saat sedang melakukan pekerjaannya sebagai teknisi lift di Komplek Gubernur Jawa Tengah pada Senin 8 Mei 2023.

Kronologi insiden tersebut, bermula ketika dua orang teknisi CV Parisa Abadi Cerah, melakukan perawatan berkala terhadap dua lift di Gedung E Kantor Gubernur Jateng, Semarang

Dilansir dari Kompas.com dan TribunMedan, informasi ini dibeberkan oleh Kasatreskrim Po;restabes Semarang, Donny Lumbantoruan.

Dalam penuturannya, ia mengatakan bahwa korban AR terjepit saat lift yang sedang dirawat tersebut bergerak naik dari lantai 3 ke lantai 4.

Baca juga: 8 Kejanggalan Rekaman CCTV di Lift Bandara Kualanamu yang Tewaskan Aisiah, Pakar: Banyak Diedit

Kedua teknisi itu dibantu oleh seorang tenaga harian lepas di kantor gubernur tersebut.

Dalam video yang beredar, korban dievakuasi setelah terjebak dalam lift di Gedung E Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Korban meninggal saat dibawa ke rumah sakit, karena diduga mengalami luka parah pada bagian kepala dan dada.

Kasus ini pun mendapat perhatian yang serius dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dilansir dari Kompas TV, Ganjar memastikan jika hal itu sudah diurus oleh Wakil Gubernur Taj Yasin dan asuransinya juga sudah diurus BPJS Ketenagakerjaan.

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan kerja yang menimpa teknisi saat melakukan perbaikan lift di Gedung E Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Dan hingga saat ini, lift di Gedung E Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, masih ditutup guna penyelidikan dan perbaikan.

Ganjar Pranowo Sampaikan Duka Cita Mendalam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan duka cita kepada keluarga korban kecelakaan kerja di kompleks kantor Pemprov Jawa Tengah, yang terjadi pada Senin 8 Mei 2023 lalu.

Orang nomor satu di Jateng itu telah memastikan hak korban segera dipenuhi.

Termasuk membantu pencairan asuransi prosesi pemakaman.

Baca juga: Kelanjutan Kasus Aisiah yang Tewas di Lift Bandara, Keluarga Serahkan Langkah Hukum ke Hotman Paris

“Saya menyampaikan duka cita, mudah-mudahan husnul khotimah,” kata Ganjar, kepada keluarga korban, termasuk istri almarhum Adrianus Aribowo, Rabu.

“Kemarin langsung saya minta untuk seluruh kawan-kawan yang mengelola urusan-urusan umum ini, saya minta untuk segera urus jenazahnya, segera bereskan hak-haknya. Dan kemarin, dengan BPJS Ketenagakerjaan langsung dibereskan, dan hari ini diselesaikan semua hak-haknya,” tambah dia.

Ganjar mengatakan, respons cepat pada pengurusan hak korban kecelakaan kerja harus dilakukan kepada siapapun dan di manapun.

“Ini bukan persoalan berapa materi yang diberikan. Tapi, bagaimana kami memberikan respons cepat kepada mereka yang menjadi korban kecelakaan kerja semacam ini. Sehingga, mereka bisa langsung mendapatkan pegangan dengan baik, kami doakan mudah-mudahan husnul khotimah,” tutur dia.

Sebagai pengguna jasa teknis yang dikerjakan oleh mendiang, Ganjar menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Saya sebagai gubernur yang hari ini menggunakan jasanya, jasa mereka yang bekerja untuk memperbaiki sarana yang ada di pemprov tentu menyampaikan duka karena bekerja di rumah kita,” kata dia.

Korban dimakamkan Rabu (10/5/2023) hari ini.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut inni adalah beberapa fakta tewasnya teknisi di lift Gedung Gubernur Jateng:

Baca juga: Update Kasus Tewasnya Aisiah di Dasar Lift: 33 Saksi Diperiksa, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

1). Terjadi Saat Perawatan Lift

Donny mengatakan, insiden tewasnya pekerja terjepit lift bermula ketika korban dan rekannya sedang melakukan perawatan lift secara berkala.

Kedua teknisi itu dibantu oleh seorang petugas harian lepas di kantor gubernur.

"Diduga ada miskomunikasi saat teknisi ini mencoba lift yang sudah selesai perawatan," tutur Doni.

Kendati demikian, pihak kepolisian masih menyelediki penyebab insiden tersebut.

2). Berniat Menolong

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, teknisi lift itu mulanya ingin menolong pegawai Pemprov yang terjebak di lift.

Saat itu, pegawai Pemprov menggunakan lift sebelah kiri yang masih belum selesai diperbaiki.

Akibatnya, lift itu macet saat berada di lantai 3 dan 4.

Kedua teknisi yang sedang melakukan perawatan di lift sebelah kanan pun keluar untuk menolong pegawai tersebut.

"Setelah penumpang lift dikeluarkan, lift otomatis naik ke atas, kemudian menjepit kaki tenaga teknisi.

Apakah nanti ditemukan ada kelalaian dari orang lain atau korban sendiri," terang Irwan, dikutip dari Kompas.com pada Selasa 9 Mei 2023.

Baca juga: BABAK Baru Kasus Tewasnya Aisiah di Lift: Temuan Celah Maut 60cm, 5 Petugas Bandara Dicopot Jabatan

3). Lift Bergerak dari Lantai 3 ke 4

Kecelakaan itu membuat kaki korban terjepit saat lift bergerak naik dari lantai 3 ke lantai 4.

Korban terjepit dan mengalami luka-luka di bagian kepala dan dada. AR sempat dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan.

Namun, nyawanya tidak tertolong. AR meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

4). Tak Ada Kerusakan pada Lift

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen menegaskan, tidak ada kerusakan pada lift.

Tetapi lift memang sedang maintenance yang dilakukan perawatan secara berkala.

“Jadi kita kebetulan ada service ya. Sebetulnya lift itu tidak rusak, akan tetapi memang periode servisnya," ujarnya, dilansir dari Kompas.com 9 Mei 2023.

Yasin juga mengatakan bahwa selama ini lift tidak mengalami kendala apapun.

"Akan tetapi dalam pekerjaan, mungkin ada sistem yang salah atau bagaimana yang mengakibatkan kecelakaan ini," tandasnya.

5). Keluarga Korban Dapat Santunan Rp184 Juta

Yasin menyerahkan santunan sebesar Rp 184.622.670 kepada ibu korban secara simbolis.

Uang santunan tersebut berasal dari BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Wilayah Jateng-DIY BPJS Ketenagakerjaan Cahyaning Indriasari mengatakan korban yang merupakan pekerja di Perusahaan Parisa Abadi Cerah telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

"Pak Andrianus ini sudah menikah tapi belum punya anak sehingga dari BPJS ketenagakerjaan karena case nya meninggal karena kecelakaan kerja santunan yang diberikan adalah 48 kali gaji, ditambah jaminan hari tua, terus ada jaminan pensiun, dan totalnya itu ada 184,622.670 ribu, ini akan kita bayarkan kepada ahli waris istrinya," kata Cahyaning.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Ganjar Pranowo Pastikan Seluruh Hak Korban Kecelakaan Kerja di Lift Pemprov Jateng Terpenuhi, dan Tribun-Medan.com dengan judul KRONOLOGi Fakta Tewasnya Teknisi Terjepit Lift di Kantor Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved