Berita Tabanan

Polsek Kerambitan Dan Desa Adat Kelating Bersihkan Pantai Jaga Kelestarian Pesisir

Polsek Kerambitan Dan Desa Adat Kelating Bersihkan Pantai Jaga Kelestarian Pesisir

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Pembersihan pantai dan pemasangan plang larangan berenang. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Anggota Polsek Kerambitan dan warga Desa Adat Kelating melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai, di pantai Kelating Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Gerakan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian pesisir.

Dan juga dilakukan pemasangan plang dilarang berenang karena dapat membahayakan wisatawan yang berkunjung.

Kapolsek Kerambitan Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti mengatakan, aksi bersih pantau itu dilakukan di pesisir dan muara sungai, khususnya Sungai Yeh Abe dan Sungai Yeh Lating.

Sebab, di dua Muara itu seringkali dijumpai kondisinya penuh sampah. Sampah tersebut merupakan sampah yang terbawa aliran sungai dari hulu hingga ke muara.

Selain itu juga terdapat sampah – sampah yang dibawa dan ditinggalkan oleh pengunjung pantai.

“Gerakan ini untuk menjaga kelestarian pesisir. Apalagi, Pantai Kelating sebagai Destinasi dan daerah tujuan wisata. Jadi pengelolaan sampah sangat penting, selain dari aspek estetika tentu juga dari sisi kesehatan,” ucapnya, Jumat 11 Mei 2023.

Subakti mengaku, bahwa tujuan dari kegiatan itu adalah meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir dan muara.

Kemudian, akan menciptakan lingkungan yang bersih dan lestari.

Terlebih lagi, adalah meningkatkan kerjasama lintas sektor dalam pengelolaan sampah dari muara dan pesisir.

“Bersih Pantai ini juga mendukung  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut,” paparnya.

Subakti menyebut, dirinya bekerjasama denhan Bendesa Adat Kelating, I Dewa Made Arjana juga memasang larangan berenang atau mandi di sepanjang daerah pesisir pantai Kelating yang menjadi Destinasi objek wisata.

Hal itu dilakukan mengingat gelombang laut di daerah itu sangat membahayakan.

"Belakangan ini ada kejadian hampir merenggut korban jiwa akibat berenang atau mandi di pantai Kelating,” ungkapnya.

Subakti menambahkan, pihaknya erharap wisatawan mancanegara (wisman) dan masyarakat setempat mematuhi larangan tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Meskipun airnya tampak tenang, namun sangat membahayakan karena ombak besar sering datang tiba-tiba.

“Baru baru ini ada dua wisatawan Asing terseret arus pantai Kelating, beruntung bisa diselamatkan oleh warga," bebernya. (*).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved