Pemilu 2024

Putri Puan Maharani, Pinka Hapsari Masuk Daftar Bacaleg DPRI RI dari PDIP di Pemilu 2024

Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari masuk ke dalam daftar bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Pemilu 2024.

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Kolase - Instagram/diahlupita/Kompas.com
Sosok Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari, putri Puan Maharani 

Putri Puan Maharani, Pinka Hapsari Masuk Daftar Bacaleg DPRI RI dari PDIP di Pemilu 2024

TRIBUN-BALI.COM - Putri sulung Ketua DPR RI Puan Maharani, Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari atau Pinka Hapsari masuk ke dalam daftar bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Pemilu 2024.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan jika 48 persen bacalag PDIP merupakan kalangan muda berusia 45 tahun ke bawah.

Termasuk putri Puan Maharani, Pinka Hapsari.

Dilansir dari Tribunnews.com, Hasto mengungkapkan jika Pinka Hapsari juga bagian dari kalangan muda yang masuk daftar bacaleg DPR RI karena sudah mengikuti pengkaderan.

Hasto bahkan menyebut jika Pinka Hapsai samapi menginap selama tiga hari di Sekolah Partai PDIP di Jakarta Selatan untuk menjalani pengkaderan.

Kemudian, ia mengungkapkan sudah menyerahkan 580 nama daftar Bacaleg DPR RI ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis 11 Mei 2023.

"Ada Mbak Pinka yang memang telah mengikuti proses kaderisasi, tinggal di Sekolah Partai selama tiga hari. Mereka yang telah mengikuti itu, dicalonkan, termasuk ada Aryo Seno Bagaskara, itu masih mahasiswa. Itu juga dicalonkan, itu satu angkatan pendidikan politik bersama dengan Mbak Pinka," kata Hasto.

Namun, Hasto tidak membeberkan secara rinci daerah pemilihan (Dapil) yang menjadi lokasi Pinka Hapsari berkontestasi dalam politik.

Dia mengatakan PDIP, dalam melakukan rekrutmen, mencari para calon yang bisa berasal dari sejumlah kalangan.

Baca juga: KUR BPD Bali 2023: Kredit Rp100 Juta Ambil Tenor 4 Tahun, Cicilan per Bulan Tak Sampai Rp3 Juta

Dan keluarga menjadi salah satu lingkungan utama yang menjadi bagian dari pendidikan politik.

Sehingga para calon juga bisa muncul dari lingkungan keluarga yang berkecimpung di politik, seperti keluarga Puan Maharani.

Kondisi itu juga terjadi di berbagai negara demokrasi lainnya seperti di AS, Singapura, dan lain-lain.

"Partai terus melakukan rekrutmen melalui proses pendidikan politik dan kaderisasi. Dan salah satu proses rekrutmen itu memang berasal dari keluarga. Itu suatu kultur yang terbangun tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Amerika Serikat, di Singapura, di Eropa, itu partai politik yang menjadi pilar demokrasi itu melakukan rekrutmen dari keluarga, meskipun kami juga membuka diri terhadap tokoh-tokoh yang mau bergabung," papar Hasto.

"Buktinya tadi ada purnawirawan TNI-Polri, ada para akademisi, tokoh-tokoh budayawan dan seniman, termasuk anak-anak muda," sambung dia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved