Pemilu 2024
Pergerakan Caleg Akan Tingkatkan Roda Perekonomian, Simak Analisis Bhima Yudhistira
Caleg tersebut, lanjut dia, akan mulai melakukan konsolidasi. Sehingga dari sana akan ada panggung hiburan pesta rakyat.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemilu serentak 2024 dinilai dapat menggerakan roda perekonomian. Pasalnya, akan banyak kegiatan yang tentunya menyedot dana yang cukup besar baik dari para politikus maupun partai politik.
Menurut Director Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, dampak Pemilu terhadap ekonomi kini sudah mulai dirasakan pada kuartal pertama 2023. Tidak hanya di beberapa wilayah, pihaknya meyakini imbas Pemilu terhadap ekonomi ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia.
Baca juga: Kian Mengerucut ke Adilson atau Miswar, Reza Tak ke Bali, Ia Perpanjang Kontrak di Makassar
Baca juga: Baru 2 dari 10 yang Pergi, Manajemen Yakin Tegar dan Taufik Layak untuk Bali United

“Indikatornya konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) atau rumah tangga non pemerintah itu tumbuhnya 6,17 persen. Jadi artinya sudah ada aktivitas dari kegiatan politik ya, dan juga adanya kenaikan misalnya pendapatan dari media-media massa, media elektronik,” jelas Bhima Yudhistira saat dihubungi dari Denpasar, Senin (15/5).
Hal tersebut lantaran adanya iklan pada baliho untuk industri percetakan. Selain itu, sektor yang berkaitan langsung dengan Pemilu seperti sablon, juga baju, atribut politik atau atribut Pemilu ikut bergerak. “Itupun juga sudah menunjukkan adanya kenaikan, jadi sudah ada tanda-tanda kenaikan.
Nah, kalau dilihat memang sekarang kita ada kenaikan, itu bisa lebih tinggi lagi, terutama begitu sudah ada daftar Caleg yang kemudian sudah fix ya, sudah ditetapkan. Nah, itu mereka mulai kampanye,” imbuh pakar dari lembaga riset yang bergerak dalam lingkup analisis makro-ekonomi, kebijakan publik, ekonomi berkelanjutan, dan ekonomi digital tersebut.
Caleg tersebut, lanjut dia, akan mulai melakukan konsolidasi. Sehingga dari sana akan ada panggung hiburan pesta rakyat, ataupun acara-acara kampanye seperti di hotel-hotel. “Nantinya tempat-tempat ekstrimisi itu juga mulai penuh gitu di banyak daerah. Nah, itu mungkin akan dilihat nanti di semester kedua 2023,” sambungnya.
Jadi, kata dia, tahapan Pemilu masih terus berjalan. Kemudian, pada waktu ada penetapan Caleg dari KPU, di situlah ia menprediksi mulai ada efek berlanjut dari sisi ekonomi. Pihaknya pun meyakini memang efeknya akan cenderung positif pada kuarter ke-3 2023, hingga ke kuarter ke-4 2024 mendatang. Bhima memprakirakan, ekonomi akan tumbuh sekitar 4,8 persen pada kuarter ke-3 dan 5,1 persen pada kuarter ke-4.
“Kita juga akan mendorong sektor transportasi, kemudian komunikasi sampai sektor konsumsi rumah tangga,” tutupnya. (sar)
Daftar Nama Anggota DPR RI Dapil Bali yang Dilantik Hari Ini |
![]() |
---|
Temukan Pengganti Banteng, Jokowi dan Gibran Diisukan Segera Berlabuh ke Golkar |
![]() |
---|
Niat Prabowo Ciptakan Klub Presiden, Rangkul Megawati, SBY Hingga Jokowi untuk Jadi Anggota |
![]() |
---|
Daftar Lengkap 35 Anggota DPRD Jembrana Bali 2024, Ni Made Sri Sutharmi Suara Tertinggi |
![]() |
---|
BREAKING NEWS : 22 Petahana dan 13 New Comer Ditetapkan Jadi Anggota DPRD Jembrana |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.