Berita Buleleng

Dispar Rancang Empat Titik Masuk Wisata Lumba-Lumba di Buleleng Bali

Empat titik itu berada di kawasan Kecamatan Buleleng, diantaranya di Pantai Penimbangan, Pantai Happy, Pantau Celuk Agung dan Pantai Lovina.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Dispar Buleleng saat menggelar rapat koordinasi membahas terkait rencana pembuatan empat entry point wisata melihat lumba-lumba, Jumat (19/5). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Pariwisata Buleleng, akan membuat empat entry point atau titik masuk untuk wisata melihat lumba-lumba.

Empat titik itu berada di kawasan Kecamatan Buleleng, diantaranya di Pantai Penimbangan, Pantai Happy, Pantau Celuk Agung dan Pantai Lovina.

Rencana tersebut mencuat dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat Dispar Buleleng, Jumat (19/5/2023).

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, entry point ini sudah didiskusikan bersama masing-masing kepala desa dan kelihan adat yang ada di empat lokasi tersebut.

Baca juga: Berita Duka Prof Dr AA Gde Putra Agung Berpulang, Bali Kehilangan Sosok Sejarawan

Baca juga: Desta Sesalkan Terpaksa Harus Pilih Jalan Perceraian, Akui Jadi Jalan Terbaik Meski Sudah Mediasi

Dispar Buleleng saat menggelar rapat koordinasi membahas terkait rencana pembuatan empat entry point wisata melihat lumba-lumba, Jumat (19/5).
Dispar Buleleng saat menggelar rapat koordinasi membahas terkait rencana pembuatan empat entry point wisata melihat lumba-lumba, Jumat (19/5). (Istimewa)

 

Hasilnya, seluruh perangkat desa setuju dengan rencana tersebut. Ke depan pihaknya pun akan membentuk pengelola sekaligus pelatihan manajemen, sehingga entry point ini nantinya dapat dikelola oleh masyarakat, BUMDes, dan perangkat desa setempat.

“Pengelola di empat pantai yang dibentuk nantinya juga akan bekerja sama juga dengan Himpunan Pramuwisata sebagai jembatan untuk anggota, masyarakat, dan pemerintah,” ujar Dody.

Dody menyebutkan, entry point ini akan menyasar wisatawan domestik, yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang datang secara rombongan menggunakan bus.

Entry point itu nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas berupa toilet dan parkir luas. "Wisatawan yang datang dengan bus, akan diarahkan ke entry point ini. Sementara yang sifatnya individu bisa masuk lewat mana saja," katanya.

Pihaknya menargetkan entry point ini dibuat pada akhir Mei ini. Sementara pada awal Juni, Tim Pemasaran Dispar Buleleng akan mempromosikan trobosan baru ini hingga di wilayah Jawa.

“Untuk harga tiket belum disepakati. Nanti pengelola di empat pantai tersebut yang akan membahas lagi bersama kami. Yang jelas harga tiketnya sama untuk ke empat lokasi," terangnya.

Dody menambahkan, pembuatan empat entry point ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Selain juga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar pantai. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved