Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Gianyar Kekurangan Penyuluh, 1 Penyuluh Tangani 17 Subak

Sejak beberapa tahun ini, jumlah penyuluh pertanian di Dinas Pertanian Gianyar, Bali terus berkurang. Bahkan saat ini hanya ada 36 orang penyuluh.

Tribun Bali
Ilustrasi pertanian - Gianyar kekurangan penyuluh subak. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejak beberapa tahun ini, jumlah penyuluh pertanian di Dinas Pertanian Gianyar, Bali terus berkurang. Bahkan saat ini hanya ada 36 orang penyuluh.

Terdiri dari 23 orang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Gianyar dan sebanyak 13 orang bertatus tenaga harian lepad (THL) dari pemerintah pusat.


Jumlah tersebut cukup timpang dengan jumlah subak yang ada di Kabupaten Gianyar. Adapun jumlah subak saat ini 612 subak. Dengan demikian, jika dikalkulasi, satu orang penyuluh mewilayani 17 subak.  

Baca juga: Banyupinaruh, Polairud dan BPBD Gianyar Turunkan Rabberboat


Koordinasi Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Ni Made Sumpahyani membenarkan kondisi tersebut. Kata dia, saat ini jumlah penyuluh sangat tidak ideal dibandingkan luas subak yang ditangani.

Kondisi ini tentunya membuat tenaga penyuluh bekerja ekstra keras, agar program-program pertanian sampai ke petani dengan cepat dan tepat sasaran. 

Baca juga: Diskominfo Gianyar Lakukan Penguatan Keterbukaan Informasi Publik, Ini Informasi yang Dikecualikan


"Tenaga penyuluh dari Pemkab Gianyar terdapat 23 penyuluh dan 13 penyuluh dari THL tenaga bantu penyuluh pertanian dari pemerintah pusat. Dimana sebelumnya ada 6 tenaga penyuluh yang pensiun. Kalau dirata-ratakan, setiap penyuluh mengawal 17 subak," ujarnya.

Baca juga: Cari Buah Kelapa Jatuh dari Pohon, Warga Gianyar Dilaporkan Hilang


Meski demikian, Sumpahyani menegaskan kinerja para penyuluh ini tetap efektif. Hanya saja, ia tetap berharap adanya tenaga penyuluh tambahan.

Adapun idealnya, satu penyuluh menangani satu desa atau maksimal tiga subak. Dengan demikian, kinerja penyuluh bisa tepat sasaran. 

"Mudah-mudahan ada tambahan tenaga penyuluh. Sebab idealnya, satu penyuluh menangani 1 desa," ujarnya. 

Baca juga: Cari Buah Kelapa Jatuh dari Pohon, Warga Gianyar Dilaporkan Hilang


Dia menjelaskan, saat ada program baru dari pemerintah pusat, terkadang tenaga penyuluh kelabakan sampai kehabisan waktu untuk memberikan pendampingan. Sebab saat ini,  satu tenaga penyuluh membidangi tiga atau empat desa.


"Saat adanya program padi organik dengan menggunakan pupuk organik, tenaga penyuluh mesti kerja ekstra meyakinkan petani agar beralih ke organik. Meyakinkan petani butuh waktu dan harus ada hasil nyata, sehingga kami cari contoh pertanian organik yang sudah berhasil," bebernya. 


Selain itu, kata dia, saat ini sebagian tenaga penyuluh sudah cukup umur dan ada yang akan memasuki masa pensiun. Sehingga harapannya, tenaga penyuluh bisa ditambah dan diisi dengan tenaga yang muda.


 "Namun kami terus bekerja, semua berjalan dengan baik. Kami efektifkan kerja dengan membuat grup WA berkoordinasi dengan petani," ujarnya.


 Sedangkan secara umum, keluhan petani seputar soal pemeliharaan padi, karena adanya serangan wereng, kutu atau ulat.

"Bila ditemui masalah, kami koordinasi dengan Dinas Pertanian, sehingga persoalan teratasi," ujarnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved