KKB Papua

Asal-usul Senjata KKB Papua, Filipina Salah Satunya, Mendagri: Mayoritas dari Aparat yang Lengah

Kelompok pemeberontak ini seolah tak kehabisan akal dan senjata untuk terus melakukan penyerangan.

Editor: Mei Yuniken
Dok. Kemendagri
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian 

TRIBUN-BALI.COMAsal-usul Senjata KKB Papua, Filipina Salah Satunya, Mendagri: Mayoritas dari Aparat yang Lengah

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua seringkali membuat kericuhan dengan segala bentuk pemberontakannya.

Selain menyandera, bahkan mereka tak segan-segan memukul hingga menembaki targetnya.

Tak hanya warga sipil, namun beberapa aparat yang bertugas menjaga keamanan Negara Republik Kesatuan Indonesia (NKRI) pun banyak yang gugur karenanya.

Kelompok pemeberontak ini seolah tak kehabisan akal dan senjata untuk terus melakukan penyerangan.

Lantas, dari manakah berbagai senjata yang mereka gunakan tersebut?

Baca juga: Update Misi Pembebasan Pilot Susi Air yang Disandera KKB, Kapolda Akan Segera Maksimalkan Negosiasi

Dilansir dari TribunToraja, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan asal-usul senjata KKB di Papua.

Sebagian besar senjata milik KKB Papua merupakan hasil rampasan dari aparat keamanan yang lengah.

Menurut Tito, senjata ilegal yang dikuasai oleh anggota KKB ada yang merupakan hasil rampasan usai tembak menembak antara kelompok bersenjata Papua dengan aparat keamanan.

"Sebagian besar senjata-senjata itu adalah senjata rampasan dari aparat yang lengah," katanya, Kamis 25 Mei 2023.

Selain berasal dari rampasan, ada juga senjata ilegal KKB berasal dari daerah yang pernah berkonflik, seperti Konflik Ambon Bersenjata.

Sebab, senjata yang tersisa usai konflik dijual kembali.

"Senjata-senjata itu banyak yang sudah selesai konflik. Ini kan masih disimpan, itu dijual oleh yang berkonflik," tutur pensiunan jenderal polisi bintang empat itu.

Tito juga menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan adanya senjara ilegal yang berasal dari jalan tikus perbatasan Papua-PNG, Kamis.

Senjata itu bisa masuk melalui jalur-jalur darat, menyebar dari perbatasan di wilayah Jayapura hingga Merauke.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved