KKB Papua

Asal-usul Senjata KKB Papua, Filipina Salah Satunya, Mendagri: Mayoritas dari Aparat yang Lengah

Kelompok pemeberontak ini seolah tak kehabisan akal dan senjata untuk terus melakukan penyerangan.

Editor: Mei Yuniken
Dok. Kemendagri
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian 

Meski demikian, pria yang juga mantan Kapolri ini menyebut kasus senjata ilegal yang masuk melalui jalan tikus pada perbatasan Papua-PNG tidak banyak.

"Saya pernah jadi Kapolda di sana (Papua), setahu saya ada beberapa kasus tapi tidak banyak," ujar Tito.

Tito juga menyebut bahwa Filipina adalah salah satu pemasok senjata api yang digunakan oleh KKB.

Baca juga: KKB Papua Bakar 2 Rumah Warga di Ilaga dan Tembak Tower BTS, TPNPB-OPM: Perang Masih Berlanjut

Adapun negara yang berbatasan langsung dengan Pulau Miangas, Sulawesi Utara itu memang terkenal memiliki home industry senjata dengan kualitas bagus.

"Itu ada yang masuk lewat jalur-jalur laut, ada juga yang melalui jalur udara. Kan ada pilot yang ditangkap itu," imbuhnya.

Misi Pembebasan Pilot Susi Air

Update Upaya Pembebasan Pilot SusiAir yang Disandera KKB, Kapolda Akan Segera Maksimalkan Negosiasi
Update Upaya Pembebasan Pilot SusiAir yang Disandera KKB, Kapolda Akan Segera Maksimalkan Negosiasi (Kolase TribunJambi/TribunPapua)

Hingga saat ini, tim gabungan dari TNI dan Polri masih melakukan misi penyelamatan pilot Susi Air, Kapten Philip Max Marten yang disandera oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.

Sudah tiga bulan lamanya, Kapten Philip dijadikan sandera oleh KKB di Nduga.

Berbagai upaya dilakukan untuk menyelematkan anak buah Susi Pujiastuti tersebut.

Bahkan dalam beberapa kali proses penyelamatan menyebabkan prajurit gugur.

Terkait hal itu, Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan bakal memaksimalkan upaya penyelamatan tersebut.

"Kami akan maksimalkan, dengan proses negosiasi agar KKB pimpinan Egianus Kogoya bisa melepaskan pilot Susi Air tersebut," kata Mathius Fakhiri melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Kamis 25 Mei 2023 pagi.

Dilansir dari TribunJambi, menurut Fakhiri, selaku Kapolda sudah berbicara dengan berbagai pihak tentang proses negosiasi itu.

“Saya berbicara dengan berbagai pihak tentang proses negosiasi ini termasuk dengan pihak gereja yang didalamnya ada Dewan Gereja dan Uskup yang akan semaksimal mungkin melakukan negosiasi dengan kelompok Egianus Kogoya untuk bisa melepas pilot yang dibawanya,” ucap Fakhiri.

Baca juga: Salah Satu Pimpinan KKB di Yahukimo Berhasil Ditangkap, Inilah Sederet Kejahatannya

Tak hanya itu, lanjut Fakhiri, saat ini Satgas Damai Cartenz juga sedang menyiapkan langkah-langkah penegakan hukum yang tepat, tegas, dan terukur.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved