Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Gubernur Koster Segera Buat Perda Larangan Mendaki Gunung di Bali, Ini Alasannya!

Gubernur Bali I Wayan Koster, secara resmi akan menutup seluruh gunung di Bali untuk objek wisata.

Tribun Bali/Rino Gale
Ilustrasi - Gubernur Bali I Wayan Koster, secara resmi akan menutup seluruh gunung di Bali untuk objek wisata. Itu artinya tidak boleh lagi ada aktivitas mendaki gunung di Bali. Larangan mendaki gunung di Bali ini, akan dibuatkan Perda terlebih dahulu oleh Gubernur Bali. Selain itu Gubernur Koster juga telah bersurat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk membahas hal ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Gubernur Bali I Wayan Koster, secara resmi akan menutup seluruh gunung di Bali untuk objek wisata.

Itu artinya tidak boleh lagi ada aktivitas mendaki gunung di Bali.

Larangan mendaki gunung di Bali ini, akan dibuatkan Perda terlebih dahulu oleh Gubernur Bali.

Selain itu Gubernur Koster juga telah bersurat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk membahas hal ini.

Baca juga: Sherly Tahu Balitanya Meninggal Dari Media, Jasadnya Lebam & Ditemukan Luka Dalam Kepala

Baca juga: Kasus Pengeroyokan Pembacokan Pria di Dentim Oleh Remaja SMP Jadi Perhatian Kadisdik Denpasar

Baca juga: Sidak Tim KTR di Klungkung, Dapati Puntung Rokok di Halaman Sekolah

Gubernur Bali, Wayan Koster buka suara nasib pemandu gunung usai ikuti Rapat Paripurna ke-16 di DPRD Provinsi Bali pada, Senin 5 Juni 2023.
Gubernur Bali, Wayan Koster buka suara nasib pemandu gunung usai ikuti Rapat Paripurna ke-16 di DPRD Provinsi Bali pada, Senin 5 Juni 2023. (Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami)

“Akan dibuatkan Perda untuk saat ini saya sudah bersurat ke Menteri LHK untuk melarang gunung sebagai obyek wisata.

Saya sudah WhatsApp beliau dan beliau prinsipnya setuju, menteri lain sudah saya komunikasikan dan setuju,” katanya di gedung DPRD Bali di Renon Denpasar, Senin 5 Juni 2023.

Gubernur Koster mengaku mendapat arahan dari para sulinggih untuk menutup gunung sebagai objek wisata.

Para sulinggih mengatakan gunung itu adalah kawasan suci. Jadi karena itu jangan dijadikan sebagai obyek wisata apalagi untuk mendaki.

Menurutnya hal tersebut sesuai dengan visi nya yakni Nangun Sad Kerthi Loka Bali dan memandang hal yang sama dengan para sulinggih. 

Cicipi kuliner khas Kintamani, Bali: Mujair Nyat-Nyat dengan bumbu genep yang mantap dan view Gunung Batur di Warong Jowet.
Cicipi kuliner khas Kintamani, Bali: Mujair Nyat-Nyat dengan bumbu genep yang mantap dan view Gunung Batur di Warong Jowet. (Tribun Bali/Arini Valentya Chusni)

“Jadi para tetua kita di Bali orang-orang suci yang dulu di Bali menata Bali salah satunya itu dengan melakukan upaya niskala di hulu.

Itulah sebabnya Bali memiliki aura yang kuat. Taksu yang kuat, jadi ‘tenget’ (seram) memiliki daya tarik salah satu sumber daripada aura dari alam Bali adalah Gunung,” paparnya. 

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, baik sosial maupun ekonomi, Gubernur Koster selaku Gubernur Bali memilih mengikuti arahan bersama dengan sulinggih.

Banyak pihak dikatakan Gubernur Koster, mendukung keputusannya yakni seperti MDA, Parisadha, dan para tokoh-tokoh. 

“Saya sudah merapatkan ini, dan berapa ada pemandu yang mendaki di Gunung Agung dan Batur. Paling banyak Batur. Kemudian berapa wisatawan mancanegara, dan wisatawan nusantara yang mendaki ke Gunung Agung dan Gunung Batur,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved