Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Nasional

Sherly Tahu Balitanya Meninggal Dari Media, Jasadnya Lebam & Ditemukan Luka Dalam Kepala

Sherly, para polisi termasuk Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro dan awak media yang meliput, tak kuasa menahan air mata.

Tayang:
SURYA.CO.ID/M Taufik
Serahkan Jasad - Sherly Ayu menerima jasad putrinya, Felicia Ameira dari Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro di RS Bhayangkara Pusdik Porong, Sidoarjo, Jawa Timur pada Sabtu (3/6) malam. Felicia meninggal diduga dianiaya oleh pengasuhkan ketika dititipkan sang ibu yang bekerja di Jakarta. Insert: Pasutri Bambang Suprijono dan Sriyati Indayani yang menjadi tersangka penganiayaan diamankan Polresta Sidoarjo. 

TRIBUN-BALI.COM -  Penyerahan jenazah Felicia Ameira (4) kepada ibu kandungnya, Sherly Ayu (27) di RS Bhayangkara Pusdik Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu (3/6/2023) malam berlangsung haru.

Sherly, para polisi termasuk Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro dan awak media yang meliput, tak kuasa menahan air mata.

Jenazah Felicia Ameira kemudian dibawa ke kampung halaman ibunya di Banyuwangi untuk dimakamkan.

Sebelumnya, Felicia Ameira diduga dianiaya oleh pengasuhnya, pasutri (pasangan suami istri) Bambang Suprijono (48) dan Sriyati Indayani (43) di tempat kosnya hingga meninggal dunia.

Pada jenazah Felicia Ameira ditemukan banyak luka lebam. Jenazah Felicia Ameira ditemukan di tempat kos pengasuhnya di Desa Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo, pada Minggu (28/5) lalu.

Baca juga: Kasus Pengeroyokan Pembacokan Pria di Dentim Oleh Remaja SMP Jadi Perhatian Kadisdik Denpasar

Baca juga: Libur Panjang Pekan Lalu Penumpang Bandara Ngurah Rai Bali Meningkat 7 Persen, Simak Beritanya

Baca juga: Jadi Terapis SPA Selama 3 Minggu di Legian, Pria Ini Cabuli Perempuan di Bawah Umur Asal Australia

Serahkan Jasad - Sherly Ayu menerima jasad putrinya, Felicia Ameira dari Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro di RS Bhayangkara Pusdik Porong, Sidoarjo, Jawa Timur pada Sabtu (3/6) malam. Felicia meninggal diduga dianiaya oleh pengasuhkan ketika dititipkan sang ibu yang bekerja di Jakarta. Insert: Pasutri Bambang Suprijono dan Sriyati Indayani yang menjadi tersangka penganiayaan diamankan Polresta Sidoarjo.
Serahkan Jasad - Sherly Ayu menerima jasad putrinya, Felicia Ameira dari Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro di RS Bhayangkara Pusdik Porong, Sidoarjo, Jawa Timur pada Sabtu (3/6) malam. Felicia meninggal diduga dianiaya oleh pengasuhkan ketika dititipkan sang ibu yang bekerja di Jakarta. Insert: Pasutri Bambang Suprijono dan Sriyati Indayani yang menjadi tersangka penganiayaan diamankan Polresta Sidoarjo. (SURYA.CO.ID/M Taufik)

Pengungkapan kasus ini cukup berliku, karena antara Sherly dengan pengasuh anaknya sempat hilang kontak. Sebelumnya, Sherly menitipkan anak keduanya itu ke Pasutri Bambang dan Indayani karena akan bekerja di Jakarta.

“Saya kaget. Saya lihat mereka (awalnya) bener-bener niat jagain kok kenapa jadi seperti disalahgunakan gini. Maksudnya pelakunya kan tidak tahu kendala saya kenapa gak bisa hubungi beliau (para tersangka), karena semuanya tersimpan di handphone saya yang hilang, kendalanya seperti itu,” ujar Sherly kepada awak media di depan ruang jenazah RS Bhayangkara Pusdik Porong, Sabtu malam seperti dilansir Suara Surabaya.

“Handphone saya hilang 25 Maret lalu, sejak itu saya tidak pernah bisa komunikasi (dengan para pelaku). Tapi saya tidak diam, cari informasi, minta tolong ke Radio Suara Surabaya, posting minta tolong di grup Facebook ciri-cirinya saya sebutkan semua. Sangking gimana, namanya anak perempuan gitu kan,” ucapnya sambil terisak.

Dia juga menepis tuduhan menelantarkan anak dengan memblokir permanen kontak para pelaku. Sherly menjelaskan, memang sempat memblokir sementara kontak Pasutri itu, karena terus menerus meminta uang untuk biaya asuh sebelum jatuh tempo. Dia juga menegaskan, saat sudah memiliki uang untuk membeli handphone lagi, langsung berusaha berkomunikasi lagi dengan para pelaku.

Hal lain yang menyulitkan dia menemukan anaknya adalah, pelaku yang saat pertama ditemui tinggal di Surabaya, berpindah alamat ke Sukodono Sidoarjo tanpa sepengetahuannya. “Ini jadi pelajaran berat buat saya. Semoga tidak terjadi ke orang lain,” ucapnya.

Kepada polisi, Sherly mengaku sengaja menitipkan putrinya ke Bambang dan Indayani karena dia harus mencari nafkah ke Jakarta. Setiap bulan, Sherly mengirimkan uang Rp 5 juta kepada Pasutri tersebut, sebagai uang gaji bulanan pengasuh dan kebutuhan Felicia.

“Tiga bulan terakhir ibu kandung Balita tidak mengirimkan uang gaji pengasuh dan kebutuhan Balitanya, membuat pelaku geram, apalagi coba dihubungi tidak bisa. Namun setelah ibu kandung korban mendapatkan uang, ia susah menghubungi pengasuh anaknya karena ganti nomor telepon dan berpindah domisili,” terang Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Minggu (4/6).

Hingga kemudian, Sherly mengetahui melalui media, terkait adanya Balita yang meninggal dunia akibat penganiyaan oleh pengasuh. “Jadi tidak ada unsur menelantarkan korban oleh ibu kandungnya. Sementara untuk proses hukum terhadap dua pelaku penganiayaan hingga meninggal dunia itu tetap berjalan,” lanjutnya.

Saat meninggal dunia, di tubuh bocah perempuan itu ditemukan sejumlah lebam di tubuhnya. Itu diduga merupakan bekas penganiayaan yang dilakukan pengasuhnya Pasutri Bambang dan Indayani.

Kini, pasutri tersebut sudah ditetapkan menjadi tersangka. Merekalah pelaku pembunuhan terhadap balita tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved