Berita Gianyar

Warga Mengeluh Naik, Disperindag Gianyar Bantah Kenaikan Harga Gas LPG 3 Kg Pasca Langka

Data antara pemerintah dengan masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali tak sesuai terkait kondisi gas LPG 3 Kg atau biasa disebut gas melon.

Eka Mita Suputra
Ilustrasi - Disperindag Gianyar bantah harga gas LPG 3 kg naik pasca langka 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Data antara pemerintah dengan masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali tak sesuai terkait kondisi gas LPG 3 Kg atau biasa disebut gas melon.

Di mana masyarakat menyebut harga gas melon mengalami kenaikan Rp1.000 hingga Rp2.000 pasca langka.

Sementara Disperindag Gianyar menyebut harga masih normal, dan mereka juga mengklaim penyaluran gas melon ke warung-warung aman.

Baca juga: Trisulistyani Lima Hari Tak Masak, Wawali Denpasar Sebut LPG Masih Langka


Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Kamis 8 Juni 2023 di masyarakat, saat ini gas melon telah mulai tersedia di warung-warung kelontong.

Namun jumlahnya masih terbatas. Namun demikian, kini harga jual ke konsumen mengalami kenaikan dari Rp1.000 hingga Rp2.000.


Ni Putu Ariasih saat ditemui di Ubud mengatakan, harga gas melon naik Rp 1.000. "Sudah ada (gas melon), tapi harganya naik lagi Rp1.000," ujarnya.

Baca juga: Maksimal 2 Tabung LPG Per Orang! Atasi Langka Elpiji 3 Kg, Denpasar Gelar Operasi Pasar


Sementara Nyoman Sulantara, warga yang tinggal di Gianyar Kota mengatakan, kenaikan tak menentu.

Terkadang Rp1.000, terkadang Rp2.000. Namun ia meyakini, kenaikan tersebut tidak terjadi di agen. Namun kenaikan dilakukan oleh pedagang warung.

"Sebelum langka, biasanya dapat Rp18 ribu satu tabung. Sekarang kadang Rp19 ribu, kadang Rp20 ribu. Kayaknya yang menaikan harga itu warung," ujarnya.

Baca juga: Gas LPG 3 Kg di Karangasem Mulai Langka, Simak Beritanya Berikut Ini


Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary mengatakan, pihaknya telah memantau penyaluran gas melon ke warung-warung.

Iapun menyebut penyaluran saat ini sudah lancar.

"Untuk saat ini di Gianyar sudah aman," ujarnya.

Baca juga: Wakil Walikota Denpasar Sidak LPG 3 Kg ke SPPBE, Sebut Penyaluran Pertamina Sudah Lebih 15 Persen


Dia menjelaskan, kelangkaan yang terjadi beberapa waktu lalu, dikarenakan situasi libur panjang dan kantor agen tutup sehingga menyebabkan pendistribusian gas LPG terhambat.

"Karena libur panjang sejumlah distribusi menjadi terhambat," ujarnya. 


Disinggung terkait harga, Eka mengatakan sampai saat ini harga gas melon masih nomal.

"Tidak ada kenaikan harga. Karena penyebabnya bukan kelangkaan gas tapi terhambatnya distribusi karena pegawai agen penyalur libur," tandasnya. (*)

 

 

 

Berita lainnya di LPG 3 Kg

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved