Berita Denpasar

Gunakan Bade Setinggi 20 Meter, Persiapan Palebon Raja Denpasar IX Dimulai

Persiapan palebon Raja Denpasar IX, Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan telah dimulai.

Tribun Bali/Putu Supartika
Proses pembuatan trajangan untuk palebon Ida Cokorda Pemecutan IX di kawasan Catur Muka Denpasar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM - Persiapan palebon Raja Denpasar IX, Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan telah dimulai.

Saat ini tengah dilakukan pembuatan bade dan juga tratag atau trajangan atau tangga untuk naik bade.

Pembuatan trajangan dimulai sejak Jumat (9/6) bertempat di kawasan Catur Muka Denpasar.

Sebanyak 8 undagi atau tukang menggarap pembuatan tratag yang ditarget rampung, Rabu (14/6).

Pangarajeg karya, Ida Bagus Gede Pidada mengatakan, tinggi tratag yang dibuat yakni 9,4 meter.

Nantinya pada 17 Juni pagi, bade sudah dibawa ke kawasan Catur Muka Kota Denpasar.

Baca juga: Antisipasi Kecurangan Penyaluran, Bulog Sebut Operasi Pasar Beras Tidak Melalui Agen

Baca juga: CATAT! Pertamina Luncurkan BBM Baru Bulan Ini, Ada Kandungan Nabati Etanol

Proses pembuatan trajangan untuk palebon Ida Cokorda Pemecutan IX di kawasan Catur Muka Denpasar, Bali.
Proses pembuatan trajangan untuk palebon Ida Cokorda Pemecutan IX di kawasan Catur Muka Denpasar, Bali. (Tribun Bali/Putu Supartika)

“Dilanjutkan dengan pembuatan sanan, maupun pemasangan atribut,” katanya, Senin (12/6).

Selanjutnya pada 19 Juni siang atau sore, direncanakan tumpang bade sudah dipasang. Bade yang digunakan memiliki tumpang sebelas dengan tinggi 20 meter. Sementara untuk tempat jenazah pada bade berada pada ketinggian 10,4 meter.

Untuk pembuatan bade sendiri, sudah dimulai sejak sebulan lalu dan saat ini sudah mencapai 91 persen. “Karena waktunya panjang, garap pelan-pelan. Kalau misalnya dikebut, dua minggu bisa selesai,” katanya.

Bade ini akan dilengkapi dengan atribut lengkap, mulai dari bedawang nala sebagai dasar, karang boma, paksi, macan, dan angsa. “Karena beliau sudah madwijati, maka yang ditonjolkan adalah angsa,” paparnya.

Terkait dengan rangkaian palebon akan dimulai, Kamis (15/6) pukul 08.00 Wita. Rangkaian dimulai dengan manah toya hening, ngajum, mesuci ke pura tambang badung, mentar rayunan saji tarpana ngaturang pemuspan ogoh-ogoh, dan tarpana agung munggah bea.

Dan pada 21 Juni 2023 merupakan acara puncak palebon yang dimulai pukul 00.00 Wita sampai selesai. Nunas tirta penembak, atetangi, ngardi tirta pengentas, ngutang pering, mebumi sudha, melaspas pamereman dan lembu.

Pukul 11.00 Wita mulai tedun layon, memargi ke tunontedun layon ring tunon pengiriman, anupit, dan nganyud. Pada puncak palebon, iringan akan berangkat dalam 5 kloter yang dimulai dengan pengiring, selanjutnya tambur, atribut keraton, peed, bade, dan diakhiri dengan gong.

Putra pertama Raja Denpasar IX, Anak Agung Ngurah Agung Wira Bima Wikrama mengatakan, pelaksanaan palebon Raja Denpasar IX ini mengambil tingkatan utama dengan nama upacara Sawa Ngasti Wedana. Sementara itu, hingga 21 Juni, setiap Purnama dan Tilem digelar persembahan tarpana saji.

“Untuk tingkatan upacara adalah utama. Untuk pamereman (bade) menggunakan tumpang 11 dengan dasar putih dan ornamen kuning. Begitu juga untuk lembu menggunakan lembu putih,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved