Bisnis
Antisipasi Kecurangan Penyaluran, Bulog Sebut Operasi Pasar Beras Tidak Melalui Agen
Buwas mengatakan, BUMN pangan tersebut menjual beras kualitas premium dengan harga sesuai HET
TRIBUN-BALI.COM - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyebutkan, pihaknya tidak lagi melakukan operasi pasar ke lapangan melalui agen beras, melainkan ke pasar ritel dengan menggelontorkan beras premium kemasan 5 kilogram.
Menurut Buwas, sapaan akrabnya, operasi pasar terbatas dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan dari oknum pedagang beras yang mengganti karung beras Bulog dan dijual dengan harga beras premium.
"Dulu kita berikan secara curah karena ada contohnya kemarin di Banten. Begitu kita berikan curah, terus ada penyimpangan karena langsung diganti karungnya, mereknya, terus langsung dijual dengan harga premium," kata Buwas saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/6).
Buwas mengatakan, BUMN pangan tersebut menjual beras kualitas premium dengan harga sesuai HET, sehingga dikhawatirkan operasi beras dalam bentuk curah ke pedagang akan menimbulkan kecurangan yang merugikan konsumen.
Baca juga: CATAT! Pertamina Luncurkan BBM Baru Bulan Ini, Ada Kandungan Nabati Etanol
Baca juga: Dewan Minta PDAM Evaluasi Kenaikan Tarif Air, Pelayanannya Buruk, Banyak Pelanggan Kekeringan

Ia juga mengakui bahwa Bulog masih terus memantau harga beras yang cenderung naik. Menurut Buwas, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh terbatasnya distribusi pupuk bersubsidi, kenaikan harga BBM dan faktor lainnya.
Namun demikian, ketersediaan beras di pasar masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan petani pun tengah menikmati keuntungan akibat kenaikan harga ini.
"Masih dalam taraf kita pantau terus. Mudah-mudahan ini juga bisa kita tekan ya terutama untuk ke hilirnya, tapi kita tidak terus berarti mengabaikan kepentingan petani yang sekarang petani kan sedang menikmati harga tinggi ya," katanya.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani naik 3,37 persen menjadi Rp 5.583 per kilogram dan di tingkat penggilingan naik 3,77 persen menjadi Rp 5.732 per kilogram pada Mei 2023.
Sementara itu, rata-rata harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani tercatat sebesar Rp 6.158 per kilogram atau naik 0,86 persen secara bulanan. Sedangkan harga GKG di tingkat penggilingan sebesar Rp 6.264 per kilogram atau naik 0,71 persen. (ant)
Stok Indonesia Aman
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, rencana negara produsen beras Vietnam untuk memangkas ekspor tidak akan membahayakan ketersediaan beras di Indonesia karena kerja sama dengan negara-negara produsen lainnya masih berjalan.
“Insya Allah aman, karena kita kan membicarakan juga ini, tidak terus dengan kita menganggap enteng, tidak. Tapi kita juga antarnegara-negara itu kita sudah ada,” kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/6).
Budi mengatakan, pihaknya menjajaki kerja sama pengadaan beras dengan berbagai negara produsen lain seperti India, Pakistan, Thailand, Vietnam dan Myanmar.
Menurut dia, Indonesia sudah mengamankan kerja sama beras dengan sejumlah negara, sehingga jika terdapat kekurangan di dalam negeri, Indonesia memiliki opsi untuk melakukan impor. “Kita jajaki semua, dan kita lakukan kontrak-kontrak, deal-deal yang bilamana kita butuhkan kita bisa ambil,” kata Budi.
Vietnam, bersama India dan Pakistan merupakan sumber impor beras terbesar bagi Indonesia. Pada 2022, nilai impor beras Indonesia dari Vietnam mencapai 81.828 ton.
BRI Finance Genjot Transformasi Bisnis |
![]() |
---|
OKUPANSI Mal di Kisaran 75Persen, Bisnis Pusat Perbelanjaan Moderat, Dampak Masuknya Investasi Asing |
![]() |
---|
PUTUS Rantai Kemiskinan, BPJS Ketenagakerjaan Banuspa dan Pemrov Papua Selatan Teken MoU Jamsostek! |
![]() |
---|
HARGA Beras Tembus Rp15.500 Per Kg, Zulhas Sebut Terus Alami Kenaikan |
![]() |
---|
Pengembangan AI di 9 Kota Termasuk Bali, Begini Cara Telkom Melakukannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.