Pemilu 2024

SBY Sambut Baik Rencana Pertemuan AHY dan Puan

SBY Sambut Baik Rencana Pertemuan AHY dan Puan *Demokrat Berharap Bisa Tinggalkan Politik Baper Masa Lalu

Editor: Fenty Lilian Ariani
Tangkap layar akun Instagram @agusyudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono melakukan pertemuan dengan Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di Kantor Ketua DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 6 Agustus 2020. Analis Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai pernyataan Puan Maharani soal Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk radar cawapres untuk Ganjar hanya gimik dan bagian dari kepura-puraan semata. 

JAKARTA, TRIBUN-BALI.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buka suara soal rencana pertemuan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dengan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

SBY mengatakan telah mengetahui bahwa AHY merespons ajakan dari Puan untuk melakukan pertemuan.

"Yang saya tahu, karena saya tidak menangani langsung sekarang ini, yang saya tahu AHY selaku pemimpin Partai Demokrat merespons ajakan dari Mbak Puan dari PDIP untuk melakukan pertemuan dan berbincang-bincang," kata SBY dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (11/6).

Lebih lanjut, SBY menyebut Demokrat selalu berpendapat pertemuan yang berawal dari niat yang baik dan tujuan yang baik pasti ada gunanya.

Terlebih jika dalam pertemuan tersebut juga membahas masalah-masalah yang dihadapi bangsa Indonesia selama ini.

"Partai Demokrat selalu berpendapat pertemuan yang berangkat dari niat baik, tujuan yang baik, membahas masalah-masalah bangsa tentu ada gunanya," terang SBY.

Lebih lanjut SBY pun meminta semua pihak untuk mengikuti perkembangan dari pertemuan Puan dan AHY ini.

Pasalnya, SBY meyakini pertemuan baik dari manapun atau dengan siapapun, pasti selalu membawa kebaikan.

"Jadi itu yang bisa saya sampaikan sekarang, ikuti saja perkembangannya nanti. Yang jelas pertemuan baik dari manapun, siapa dengan siapa selalu membawa kebaikan," ungkap SBY.

Sebelumnya, kabar rencana pertemuan Puan dan AHY datang dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. "Nanti Mbak Puan Maharani akan bertemu dengan Mas AHY untuk melakukan dialog," kata Hasto.

Meski demikian, Hasto belum menjelaskan lebih lanjut soal kapan pertemuan itu akan dilangsungkan. Ia menjelaskan, masih ada beberapa agenda terdekat yang akan dilakukan PDIP.

"Ya nanti. Kan abis peresmian Laksamana Malahayati, jadwal-jadwal di DPR. Nanti kita lihat," jelas Hasto.

Sebagai informasi, PDIP telah berkoalisi dengan PPP untuk mengusung Ganjar Pranowo untuk maju di Pilpres 2024.

Sedangkan Demokrat tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) bersama PKS dan NasDem untuk mengusung Anies Baswedan maju di Pilpres mendatang.

Bagi Demokrat, rencana pertemuan Puan dengan AHY itu sebuah kabar yang menggembirakan, mengingat hampir 20 tahun kedua partai tak melakukan pertemuan formal.

"Ada sekitar hampir 20 tahun kita baru bisa bertemu lagi dengan PDIP secara resmi. Ini suatu hal yang menggembirakan," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat Andi Arief, Minggu (11/6).

Andi mengatakan, pertemuan Demokrat dan PDIP bisa jadi contoh baik dalam dunia politik untuk bisa menghadapi tantangan secara bersama-sama.

Dia berharap agar saat pertemuan Demokrat dengan PDIP nanti tidak hanya sekadar membahas politik praktis, terutama soal Capres-Cawapres saja, melainkan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

"Saya kira kalau hanya berbicara soal Capres-Cawapres kan terlalu ide kecil itu. Ide besarnya adalah ke-Indonesiaan ke depan yang harus kita bicarakan bersama," ucapnya.

Andi menambahkan, dalam pertemuan Demokrat dan PDIP nanti diharapkan tak menimbulkan politik baper atau bawa perasaan hingga rasa dendam politik di masa sebelumnya. Andi menegaskan, politik baper masa lalu itu mesti dihilangkan dan ditinggalkan.

"Jadi mudah-mudahan generasi baru ini tidak meninggalkan dendam, tidak meninggalkan masa-masa di mana politik baper sebelum-sebelumnya," ujar Andi.

"Kita menatap ke depan bersama. Tapi, jangan dipandang hanya soal capres cawapres saja, tapi soal menyeluruh. Saya kira kami menyambut baik," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved