Berita Karangasem
Gelombang Tinggi Sebabkan Nelayan Karangasem Tidak Bisa Melaut Sejak Sepekan Lalu
Ahmad Jahadi, asal Br. Dinas Ujung Pesisir, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, yang merupakan nelayan di Ujung Pesisi itu hampir sepekan tak melaut.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sebagian nelayan di Karangasem, tak melaut sejak seminggu dikarenakan cuaca tidak bersahabat.
Gelombang di Perairan Karangasem lumayan tinggi, sedangkan angin bertiup kencang. Kondisi ini mengakibatkan nelayan takut serta khawatir untuk menangkap ikan.
Ahmad Jahadi, asal Br. Dinas Ujung Pesisir, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, yang merupakan nelayan di Ujung Pesisi itu hampir sepekan tak melaut.
Cuaca di tengah laut tidak bersahabat. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai sekitar 1,5 meter, dan ombak cukup keras. Kecepatan angin mencapai beberapa knot.
Baca juga: Tak Kunjung Pulang Rumah, Nyoman Doble Ditemukan Tenggelam di Danau Batur Bangli
Baca juga: Bebas Visa Kunjungan Untuk 159 Negara Dicabut, Gubernur Koster Sebut Tidak Berpengaruh!

"Khawatir kalau turun melaut. Gelombang di tengah laut lumayan tinggi. Untuk sementara istirahat sampai cuaca membaik. Ada juga beberapa nelayan yang memaksakan diri untuk melaut,"kata Ahmad, Jumat (16/6/2023) pagi
Hal serupa diungkapkan Romi, nelayan asal Ujung Pesisi. Saat ini nelayan memilih memperbaiki peralatan melautnya.
Pihaknya belum bisa pastikan kapan cuaca meembaik."Kalau ikan di tengah laut ada. Kita tak berani melaut karena gelombang lumayan tinggi. Anginnya juga bertiup cukup kencang,"tambah Romi.
Pihaknya berharap kondisi gelombang di Perairan Karangasem hingga Lombok segera membaik, sehingga nelayan bisa beraktivitas.
Apalagi permintaan ikan cukup meningkat. Harga per ekornya capai Rp 5 sampai Rp 6 ribu. "Semoga cuaca di laut segera membaik. Biar para nelayan bisa beraktivitas,"harap Romi.
Pasokan ikan tongkol agak sedikit di pasaran. Mengingat nelayan tidak melaut sejak beberapa hari karena cuaca gelombang tinggi.
Nelayan yang tak melaut sementara perbaiki peralatan melaut. Seperti memperbaiki jaring, serta jukungnya. Ada juga beberapa terpaksa beralih pekerjaan untuk sementara.
"Nelayan masih menunggu kondisi membaik. Semoga cuaca segera bersahabat sehingga nelayan kembali beraktivitas. Beberapa nelayan di Seraya, Bugbug, Jasri, dan Manggis juga tak melaut. Apalagi beberapa hari lalu nelayan sempat terseret gelombang,"tambahnya.
Tidak Terima Ditatap, Remaja di Karangasem Aniaya Anak Dibawah Umur |
![]() |
---|
Rotasi Besar-besaran di Pemkab Karangasem, 151 Pejabat Posisinya Digeser |
![]() |
---|
Warga Karangasem Panik Sepeda Motor Vario Miliknya Dimaling, Pelaku Ternyata Kerabat Korban |
![]() |
---|
CAMPAK Infeksi 33 Anak di Karangasem, 2 Wilayah Masuk KLB, Kemenkes Catat 46 Wilayah di Indonesia |
![]() |
---|
CAMPAK Infeksi 33 Anak di Karangasem, 2 Wilayah Masuk KLB, Simak Berita Berikut Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.