Berita Buleleng

Lima Bulan Jebol, Jalan Desa Adat Bakung di Buleleng Bali Diperbaiki Mulai Juli 2023

Lima bulan jebol, Jalan Desa Adat Bakung di Buleleng, Bali, akan diperbaiki mulai Juli 2023.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sejumlah siswa saat melintasi jembatan darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat Desa Adat Bakung beberapa waktu lalu. Jalan tersebut akan diperbaiki oleh pemerintah pada Juli mendatang. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pasca jebol akibat diguyur hujan pada akhir Januari 2023 lalu,  jalan di Desa Adat Bakung, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, akan diperbaiki pada Juli 2023 mendatang.

Perbaikan ini menghabiskan anggaran sebesar kurang lebih Rp 1 Miliar. 

Selain warga dari Desa Bakung,  jalan tersebut sebelumnya kerap dilintasi oleh warga dari desa tetangga seperti Desa Sarimekar, Desa Padangbulia dan Desa Nagasepaha.

Pasca jebol, warga pun membangun jembatan darurat dari bahan bambu secara swadaya pada Februari lalu, mengingat banyak keluhan dari warga khususnya siswa di daerah tersebut yang terlambat ke sekolah.

Sebab harus melewati jalur alternatif hingga sejauh 1,5 kilometer. 

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha mengatakan, perbaikan jalan sepanjang kurang lebih enam meter itu akan dilakukan pada Juli mendatang.

Dimana pengerjaannya membutuhkan waktu selama empat bulan, atau ditarget rampung pada November mendatang.

Bagian bawah jalan tersebut akan dibangun menggunakan beton. 

Sebelum diaspal jalan terlebih dahulu diurug menggunakan tanah.

Baca juga: Dewan Minta Pemkab Buleleng Jujur Soal Jalan Rusak, Akses Desa Bukti dan Tunjung Diperbaiki

"Juli akan mulai diperbaiki, astungkara November selesai," katanya. 

Selain memperbaki jalan di Desa Adat Bakung, Dinas PUTR juga tahun ini akan memperluas TPA yang ada di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutamban, Buleleng, Bali, dengan anggaran Rp 5,3 Miliar.

Perluasan dilakukan sebab TPA tersebut saat ini dalam keadaan overload dengan jumlah kiriman sampah mencapai 150 ton per hari.

Adiptha menyebut, Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana sudah bertemu dengan sejumlah pemilik lahan dan menyepakati ganti rugi yang akan diberikan.

Sehingga pada tahun ini pihaknya akan memperluas lahan TPA hingga 3,05 hektar dari yang ada saat ini seluas 4,8 hektar.

Perluasan akan dilakukan ke arah barat dan utara. 

Rencana memperluas lahan TPA Bengkala ini kata Adiptha sudah mencuat sejak 2022 lalu, namun baru dapat direalisasikan sebab anggaran sebelumnya difokuskan untuk penanganan Covid-19.

"Nanti anggarannya kalau tidak di APBD Perubahan, mungkin bisa di induk. Pj Bupati audah ketemu dengan pemilik lahannya, jadi perluasan bisa dilakukan tahun ini," katanya. (rtu)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved