Berita Bali

PHDI Bali-Lapas Perempuan Kerobokan Lakukan Kerjasama untuk Berikan Pelatihan Skil ke Warga Binaan

PHDI Bali-Lapas Perempuan Kerobokan lakukan kerjasama untuk berikan Pelatihan Skil ke Warga Binaan.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Penandatanganan Mou antara PHDI Bali dengan Lapas Perempuan Kerobokan - PHDI Bali-Lapas Perempuan Kerobokan lakukan kerjasama untuk berikan Pelatihan Skil ke Warga Binaan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- PHDI Bali bersama Lapas Perempuan Kerobokan melakukan perjanjian kerjasama untuk memberikan pelatihan skill kepada warga binaan.

Penandatanganan MoU ini dilakukan di sekretariat PHDI Denpasar pada Selasa, 27 Juni 2023.

“Hal ini merupakan tindak lanjut pengurus PHDI Bali bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali yang pernah berkunjung ke Lapas Perempuan Kerobokan beberapa waktu lalu,” kata Ketua PHDI Bali Nyoman Kenak saat diwawancarai Rabu, 28 Juni 2023.

Ia mengatakan, saat itu, ada sebanyak 200 warga binaan si Lapas Perempuan.

Ada yang diantaranya berstatus narapidana dengan hukuman seumur hidup, dan bahkan yang divonis hukuman mati, hingga ada yang hamil dan melahirkan bayinya di Lapas Perempuan tersebut.

Dengan kondisi para warga binaan Lapas Perempuan yang sedemikian rupa, PHDI Bali bersama paguyuban yang bergerak di bidang sosial, tergerak untuk ikut membantu.

PHDI Bali bersama beberapa lembaga seperti Pangusada Bali, dalam MoU yang ditandatangani, menyediakan tenaga pengayah untuk melatih berbagai bentuk pelayanan.

Pelayanan tersebut diantaranya meditasi, prana healing, pijat keluhan, totok wajah, pijat balita (baby spa), refleksi, pembuatan herbal, latihan meramal, dan lain-lain.

Baca juga: Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar di Masa Pandemi Covid-19

Para warga binaan dipersilakan memilih minatnya, dengan harapan setelah kelak lepas dari Lapas, kembali ke masyarakat, mereka memiliki keterampilan yang bisa bermanfaat, bahkan untuk menjadi sumber nafkahnya kelak.

“Kami menyiapkan tenaga-tenaga yang profesional dan punya sertifikasi tertentu, yang memang profesinya di  berbagai bidang yang ada tersebut. Dan memiliki paguyuban dan melakukan pelayanan secara profesional,” katanya.

“Walaupun demikian, mereka menyediakan sebagian waktunya untuk disumbangkan bagi warga binaan di Lapas Perempuan Kerobokan, dan semoga bermanfaat untuk mereka selama berada dalam tahanan, maupun untuk kedepannya, setelah lepas dari tahanan sehabis menjalani hukuman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kalapas Perempuan Kerobokan, Luh Putu Andiyani menyampaikan terimakasihnya kepada jajaran pengurus PHDI Bali, dan siap menindaklanjuti MoU yang telah ditandatangani.

Dia juga berharap, para warga binaan bisa mendapat bekal, baik pengalaman maupun keterampilan yang bermanfaat untuk selama berada dalam Lapas, maupun nanti kembali ke masyarakat tanpa canggung dan tidak kehilangan harapan secara sosial.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved