Berita Buleleng
Prestasi Merosot, Pelatih Renang Ikuti Coaching Clinic
Prestasi cabang olahraga renang Buleleng dalam beberapa tahun belakangan ini merosot.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Prestasi cabang olahraga renang Buleleng dalam beberapa tahun belakangan ini merosot.
Bahkan saat pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2022 lalu, gagal mendapatkan medali emas. 20 pelatih renang pun diberi coaching clinic, Jumat (30/6).
Ketua Umum KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja mengatakan, pihaknya mendatangkan pelatih renang internasional Mohamad Yunus, untuk memberikan coaching clinic.
Tujuannya untuk meningkatkan SDM para pelatih renang, sehingga bisa membina para atletnya untuk bisa meraih prestasi yang membanggakan.
"Buleleng sudah punua venue kolam renang berstandar internasional. Tapi pada Porprov 2022 perolehan medali emasnya nol. Jadi melalui coaching clinic ini, kami harap cabor renang bisa kembali berjaya di Porprov 2025, dengan perolehan medali minimal 10 persen dari total," katanya.
Sementara Mohamad Yunus, mengatakan, pelatih renang Buleleng akan diberikan tiga materi pokok meliputi sistem energi, pengembangan fisik dan pengembangan skil, serta teknik di olahraga renang.
Dalam pelatihan yang diberikan, juga akan mengacu pada data yang ada di Pengkab Renang dan KONI Buleleng.
Baca juga: Solusi Sementara 3.500 Tenaga Kontrak Di Tabanan, Alihkan Status Menjadi Belanja Jasa
“Saat ini kelemahan yang terjadi di daerah-daerah itu belum adanya parameter penguji dan cara mengukur potensi dan perkembangan atlet. Ini penting untuk menentukan atlet yang akan diturunkan di event dan nomor pertandingan yang berpotensi meraih medali," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/20-atlet-renang-saat-mengikuti-Coaching-Clinic-Jumat-306.jpg)