Berita Karangasem
Cegah Rabies, Sebanyak 295 Anjing Liar di Desa Ban Karangasem Dieliminasi Petugas
ratusan anjing liar di Karangasem dieliminasi, ditemukannya kasus dugaan anjing rabies, yang menggigit bocah
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sekitar 295 ekor anjing liar di Ban, Kecamatan Kubu terpaksa dieliminasi secara selektif.
Kegiatan ini dilakukan setelah ditemukannya kasus dugaan rabies, yang menggigit bocah berusia 8 tahun hingga meninggal.
Peristiwa gigitan anjing diduga rabies tersebut terjadi di Br. Panek, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Bali.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah mengatakan, eliminasi selektif dilakukan sebagai pencegahan dini menekan penyebaran kasus rabies di Kabupaten Karangasem, terutama di Ban.
Baca juga: Rabies di Badung Terus Meningkat Menjadi 23 Kasus, Wabup Suiasa Minta Dispertan Lakukan Penyisiran
Mengingat di Ban ditemukan kasus diduga rabies, hingga merenggut satu nyawa.
"Kegiatan vaksinasi emergency rabies serta eliminasi secara selektif tindak lanjut indikasi kasus suspect rabies di Br. Dinas Panek, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem,"ungkap I Nyoman Siki Ngurah, Kamis 13 Juli 2023 kemarin.
Mantan Kadis Pemadam Kebakaran tersebut mengaku, kegiatan vaksinasi serta eliminasi selektif dilakukan sejak 10 Juli 2023.
Rinciannya, hari pertama petugas mengeliminasi sekitar 195 ekor anjing liar yang tua, kotor dan berpotensi terjangkit rabies.
Sedangkan hari kedua petugas mampu mengeliminasi sekitar 100 ekor anjing.
"Estimasi data awal Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, populasi anjing di Ban, Kecamatan Kubu sebanyak 2.200 ekor. Saat ke lapangan, ternyata populasinya bertambah menjadi 2.660 ekor. Artinya ada penambahan sekitar 460 ekor. Anjing betinanya bisa beranak paling sedikit 4 ekor, dan bisa lebih,"tambahnya.
Selain eliminasi, kata Siki, petugas memberikan vaksin terhadap anjing bertuan di Desa Ban.
Di hari pertama petugas menyasar sekitar 772 ekor, dan hari kedua sebanyak 798 ekor. Untuk sisanya divaksinasi pada bulan Maret 2023.
"Kegiatan penyisiran akan tetap dilanjutkan tim. Stok vaksin masih 4.262 dosis,"akuinya.
"Kegiatan vaksin dan eliminasi selektif dihadiri Dinas Pertanian Provinsi Bali. Turunkan 1 tim vaksinasi. Ada Perbekel Ban. Puskeswan Kabupaten Karangasem. Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Ban. Bendesa Adat, Kelihan Banjar Adat, Pecalang, Linmas serta perangkat Desa Ban, dan masyarakat,"tambah Siki.
Untuk diketahui, kasus gigitan anjing rabies di Karangasem dari Januari - 8 Juli 2023 sebanyak sekitar 62 kasus. Gigitannya bervariatif dan terbanyak di bagian kaki.
Kasus ini tersebar di seluruh Kecamatan di Karangasem.
Diantaranya Kecamatan Abang, Karangasem, Manggis, Bebandem, Kubu, Selat, Sidemen, dan Rendang
Untuk menekan kasus anjing positif rabies, Dinas Pertanian terus genjot proses vaksinasi anti rabies terhadap anjing di Karangasem.
Desa zona merah rabies jadi prioritas pemberian vaksinasi. Lalu kawasan zona hijau dan kuning.
Depopulasi terhadap hewan penyebar rabies digencarkan berkerjasama dengan yayasan.
Petugas juga terus menggencarkan vaksinasi terhadap anjing, terutama yang diliarkan.
Sampai bulan Juli 2023, capaian vaksinasinya sekitar 36 ribu ekor atau 42 persen dari estimasi anjing di Karangasem sekitar 77.092 ekor.
Vaksinasi akan terus digencarkan.
"Stok vaksin sampai hari aman,"tambahnya
Selain itu, kata Siki Ngurah, petugas menggencarkan depopulasi terhadap anjing liar.
Langkah ini bertujuan untuk pengurangan populasi.
Dengan harapan jumlah anjing terjangkit rabies bisa berkurang, terutama anjing liar.
Depopulasi yang dilakukan berupa kastrasi serta strerilisasi ke anjing liar di Kabupaten Karangasem.
Untuk diketahui, estimasi populasi anjing di Kabupaten Karangasem sebanyak 77.092 ekor.
Terbanyak yakni di Kecamatan Karangasem mencapai sekitar 12.439 ekor, Kecamatan Rendang 10.738 ekor, Kecamatan Manggis 10.420, Kecamatan Bebandem 10.273, Sidemen 3.831, Kubu 10.252, Abang 10.033 ekor, dan Selat 9.106 ekor.(*)
Kumpulan Artikel Karangasem
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.