Berita Denpasar
Pengoperasian Penuh TPST di Denpasar Terus Molor, Ini Penjelasan Wali Kota Denpasar
Pengoperasian penuh Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Denpasar molor terus. Hingga pertengahan Juli, TPST belum beroperasi penuh.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Apalagi, ini merupakan barang baru yang mesti dilakukan penyempurnaan.
Baca juga: TPST Kesiman Denpasar Bali Diresmikan Presiden Joko Widodo, Warga Sekitar Keluhkan Bau Sampah
"Kami sudah terus dorong rekanan. Dan sekarang sudah dilakukan penyempurnaan tidak bisa begitu saja karena pertama kalinya penerapan TPST. Tetapi, hal positif sudah kita lihat dari kapasitas yang diolah sudah meningkat," jelasnya.
Saat ini untuk TPST di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur sudah memasuki 40 persen dari target kapasitas.
Sebanyak 200 ton sampah per hari sudah mampu diolah dari target 450 ton per hari.
Di TPST Desa Padangsambian Kaka, Denpasar Barat juga sudah mencapai 40 persen yang targetnya 120 ton per hari sudah bisa mengolah 75 ton per hari.
Akan tetapi, untuk di TPST Tahura, Denpasar Selatan yakni Tahura 2 yang mengolah potongan kayu menjadi pelet sudah 20 ton perhari.
Sementara Tahura 1 yang sebelumnya khusus mengolah magot kini berpindah ke RDF.
Akan tetapi khusus Tahura 1 menurutnya belum ada alat pengolahan.
"Itu masih dalam proses pemenuhan. Ini yang kami sebut masih penyempurnaan," katanya.
Dengan sudah meningkatnya pengolahan sampah, pada akhir Juli 2023 Adi Wiguna memastikan 60 persen sampah yang masuk keseluruhan di tiga TPST bisa tercapai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Proses-pengolahan-sampah-di-TPST-Kesiman-Kertalangu-beberapa-waktu-lalu-45.jpg)