Berita Bali
Ari Bayuaji Tampilkan Instalasi Seni Daur Ulang Sampah Laut di The Apurva Kempinski Bali
Ari Bayuaji tampilkan Instalasi Seni daur ulang sampah laut, Weaving the Ocean: Pieces of Hope di The Apurva Kempinski Bali.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tidak hanya sekedar menampilkan mahakarya ini, para tamu diajak untuk memulai perjalanan yang dapat membuat perubahan.
Dan turut serta mengambil bagian dalam memanfaatkan kembali bahan baku menjadi sebuah karya seni yang menggugah kesadaran diri akan kehidupan keberlanjutan.
Ari Bayuaji lahir dan dibersarkan di Indonesia, seniman terkemuka yang telah diakui dunia ini mengembangkan kecintaan yang mendalam atas lautan sejak usia dini.
Hubungan ini menjadi sumber inspirasi untuk karyanya, yang dengan indah merangkai keseimbangan ekosistem laut dan semua makhluk hidup yang saling mengisi.
Media yang dipilih oleh Ari adalah menenun, kerajinan tradisional yang memiliki akar kuat dalam warisan budayanya.
Melalui karya seninya, Ari menyampaikan pesan yang kuat bagi setiap individu untuk mendukung konservasi laut, dengan menekankan keterkaitan antara aktivitas manusia dan kesejahteraan lautannya.
Diakui secara internasional, karya seni Ari telah dipamerkan di berbagai program residensi seniman dan kelompok pertunjukan internasional di Denmark, Indonesia, Jerman dan Amerika Serikat.
Instalasi patung besarnya saat ini sedang dipamerkan di Kanada sebagai bagian dari koleksi permanen di Musee des Beaux-Arts de Montreal dan karya lainnya yang diakuisisi oleh Musee National des Beaux-Arts du Quebec.
Tidak hanya itu, karya seninya telah ditampilkan dalam pameran tunggal besar di Singapora, Taiwan, Prancis, Jerman, Belanda dan Indonesia.
Instalasi pemikirannya berfungsi sebagai katalis untuk dialog, yang mendorong setiap penikmat karyanya untuk merenungkan hubungan personal mereka dengan lautan, serta tanggung jawabnya dalam pelestarian untuk generasi mendatang.
Di luar kemampuan seninya, Ari secara aktif terlibat dengan komunitas lokal untuk mengadakan lokakarya dan program pendidikan yang mempromosikan keberlanjutan dan kesadaran lingkungan.
"Tantangan terbesarnya karena menenun plastik dengan mesin endek ini tidak mudah, tali-tali yang panjang diuraikan sampai jadi benang lalu harus menyambung di roll, aupaya masuk ke mesin tenun lalu harus mengikat sambungan tali dengan tangan satu per satu menjadi panjang, dan menenun plastik ini lebih licin, benangnya sering lepas, waktu memasukkan juga sering nyangkut, jadi butuh ketelatenan dan kesabaran ekstra, untuk menjadikan karya ini menjadi gelombang yang menginspirasi," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, General Manager The Apurva Kempinski Bali Vincent Guironnet, menyatakan, komitmennya terhadap keberlanjutan dan kepedulian lingkungan.
Para tamu diberikan kesempatan eksklusif untuk mengikat benang daur ulang pada karang yang terbuat dari plastik pada alat tenun, sehingga memberikan kesan pribadi pada mahakarya yang terbuat dari rangkaian senar tersebut.
Pengalaman interaktif ini bertujuan untuk menanamkan sebuah kesadaran dan harapan, yang dapat menginspirasi juga meningkatkan pemahanan yang lebih dalam mengenai keseimbangan antara seni, alam dan juga kerajinan sembari memperkuat pentingnya keberlanjutan dan kesadaran atas lingkungan hidup.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.