Berita Bali

Ari Bayuaji Tampilkan Instalasi Seni Daur Ulang Sampah Laut di The Apurva Kempinski Bali

Ari Bayuaji tampilkan Instalasi Seni daur ulang sampah laut, Weaving the Ocean: Pieces of Hope di The Apurva Kempinski Bali.

|
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Instalasi seni Ari Bayuaji, Weaving the Ocean di The Apurva Kempinski Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seniman ternama dunia asal Indonesia, Ari Bayuaji menampilkan instalasi seni unik melalui program “Weaving the Ocean: Pieces of Hope” di The Apurva Kempinski Bali.

Weaving the Ocean merupakan program inovatif yang menggabungkan kesenian artistik dan kesadaran terhadap lingkungan.

Ari Bayuaji mengabadikan keseimbangan perairan laut dan semua mahluk hidup yang bergantung pada ekosistem bahari ini melalui karya seninya.

Ari menggandeng komunitas lokal dan para nelayan yang berada di pesisir pantai untuk mengumpulkan jaring ikan serta tali yang sudah tidak terpakai.

Kemudian dikombinasikan dengan sampah laut lainnya, Ari Bayuaji sebelumnya melakukan riset mengenai bahan-bahan tersebut. 

Dari sampah lautan, Ari menciptakan sebuah karya seni tenun kompleks yang menggambarkan kedua belah sisi kehidupan laut, yaitu keindahan yang menakjubkan dan juga sifat rapuh yang dimilikinya. 

Karya Ari bertujuan untuk menyoroti adanya kebutuhan mendesak untuk melindungi lautan dan ekosistemnya yang beragam. 

Melalui penggunaan bahan ramah lingkungan yang digabung dengan teknik yang inovatif, seniman asal Indonesia ini akhirnya dapat menciptakan karya seni yang memukau. 

Bekerjasama dengan The Apurva Kempinski Bali, instalasi karya seni tersebut dipajang di restoran ikonik Koral dengan tujuan untuk mengedukasi para tamu mengenai konservasi laut melalui tampilan seni artistik yang berkelanjutan. 

Baca juga: Sanggar Seni Tindak Alit, Bawakan Karya-karya Seniman Badung di Hari Terakhir PKB

Kolaborasi ini menampilkan alat tenun tradisional dan kain yang dijahit menggunakan benang daur ulang yang terbuat dari sampah plastik. 

Setiap elemen dipilih dengan cermat untuk meminimalisir dampak lingkungan. 

"Ini inspirasinya dari banyaknya sampah yang ditemukan di laut, masalah sampah tidak hanya di Bali, tapi banyak belahan dunia, saya ingin membuat sesuatu berhubungan dengan pekerjaan saya research melalui sampah laut ini, membuat karya dan melibatkan orang untuk berkarya dalam project ini," kata Ari saat jumpa pers di Kempinski Bali, pada Selasa 18 Juli 2023. 

Ari menjelaskan, instalasi karya seni yang dia tampilkan menggunakan sistem endek dan alat tenun ini mencerminkan hubungan alam di Bali dengan warisan nenek moyang.

Ari memproduksinya sejak masa pandemi COVID-19 dua tahun dan hasilnya saat pintu internasional terbuka ia melaksanakan pameran dari singapura hingga Amerika selama 4 tahun terakhir ini.

"Sudah banyak yang terjual di luar negeri, banyak institusi yang aware karena mereka pikir ini akan banyak menginspirasi staff, klien. Ini lebih kepada appreciate lingkungan, menjadikan manusia berdampingan lebih baik dengan alam, warisan nenek moyang budaya dan kekayaan alam," bebernya. 

Tidak hanya sekedar menampilkan mahakarya ini, para tamu diajak untuk memulai perjalanan yang dapat membuat perubahan.

Dan turut serta mengambil bagian dalam memanfaatkan kembali bahan baku menjadi sebuah karya seni yang menggugah kesadaran diri akan kehidupan keberlanjutan. 

Ari Bayuaji lahir dan dibersarkan di Indonesia, seniman terkemuka yang telah diakui dunia ini mengembangkan kecintaan yang mendalam atas lautan sejak usia dini. 

Hubungan ini menjadi sumber inspirasi untuk karyanya, yang dengan indah merangkai keseimbangan ekosistem laut dan semua makhluk hidup yang saling mengisi.

Media yang dipilih oleh Ari adalah menenun, kerajinan tradisional yang memiliki akar kuat dalam warisan budayanya. 

Melalui karya seninya, Ari menyampaikan pesan yang kuat bagi setiap individu untuk mendukung konservasi laut, dengan menekankan keterkaitan antara aktivitas manusia dan kesejahteraan lautannya.

Diakui secara internasional, karya seni Ari telah dipamerkan di berbagai program residensi seniman dan kelompok pertunjukan internasional di Denmark, Indonesia, Jerman dan Amerika Serikat. 

Instalasi patung besarnya saat ini sedang dipamerkan di Kanada sebagai bagian dari koleksi permanen di Musee des Beaux-Arts de Montreal dan karya lainnya yang diakuisisi oleh Musee National des Beaux-Arts du Quebec.

Tidak hanya itu, karya seninya telah ditampilkan dalam pameran tunggal besar di Singapora, Taiwan, Prancis, Jerman, Belanda dan Indonesia. 

Instalasi pemikirannya berfungsi sebagai katalis untuk dialog, yang mendorong setiap penikmat karyanya untuk merenungkan hubungan personal mereka dengan lautan, serta tanggung jawabnya dalam pelestarian untuk generasi mendatang. 

Di luar kemampuan seninya, Ari secara aktif terlibat dengan komunitas lokal untuk mengadakan lokakarya dan program pendidikan yang mempromosikan keberlanjutan dan kesadaran lingkungan.

"Tantangan terbesarnya karena menenun plastik dengan mesin endek ini tidak mudah, tali-tali yang panjang diuraikan sampai jadi benang lalu harus menyambung di roll, aupaya masuk ke mesin tenun lalu harus mengikat sambungan tali dengan tangan satu per satu menjadi panjang, dan menenun plastik ini lebih licin, benangnya sering lepas, waktu memasukkan juga sering nyangkut, jadi butuh ketelatenan dan kesabaran ekstra, untuk menjadikan karya ini menjadi gelombang yang menginspirasi," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, General Manager The Apurva Kempinski Bali Vincent Guironnet, menyatakan, komitmennya terhadap keberlanjutan dan kepedulian lingkungan.

Para tamu diberikan kesempatan eksklusif untuk mengikat benang daur ulang pada karang yang terbuat dari plastik pada alat tenun, sehingga memberikan kesan pribadi pada mahakarya yang terbuat dari rangkaian senar tersebut. 

Pengalaman interaktif ini bertujuan untuk menanamkan sebuah kesadaran dan harapan, yang dapat menginspirasi juga meningkatkan pemahanan yang lebih dalam mengenai keseimbangan antara seni, alam dan juga kerajinan sembari memperkuat pentingnya keberlanjutan dan kesadaran atas lingkungan hidup.

"Merupakan sebuah kehormatan untuk dapat berkolaborasi Ari Bayuaji, seniman kelas dunia yang memiliki visi yang sama mengenai keberlanjutan dan kesadaran akan lingkungan, bersama kami menenun potongan-potongan harapan untuk generasi mendatang," kata Vincent.

"Kerja sama ini memiliki makna tersendiri saat kami menggabungkan kekuatan kreativitas untuk menghasilkan dampak nyata pada dunia dan ekosistem yang terkandung di dalamnya. Komitmen melakukan hal baik menumbuhkan kesadaran mengolah secara kreatif dan kesadaran lingkungan yang paling penting serta melibatkan banyak komunitas," jabarnya.

Memiliki komitmen berkelanjutan di seluruh lini operasinya, The Apurva Kempinski Bali menerapkan berbagai inisiatif untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. 

Dengan adanya kolaborasi dengan Ari Bayuaji, hal ini semakin memperkuat dedikasi resor ini untuk memberikan pengaruh positif pada aspek lingkungan dan sosial, sekaligus memberikan pengalaman yang unik kepada setiap tamu.

"Kami sangat berterimakasih atas kesempatan untuk berkolaborasi dengan seniman visioner sejati, Ari Bayuaji, di mana karya seninya menyampaikan pesan yang kuat. The Apurva Kempinski Bali mengundang para tamu untuk bergabung dalam program pariwisata dan pembangunan berkelanjutan, merayakan keharmonisan seni dan alam, serta bersama-sama untuk menenun masa depan yang lebih cerah," pungkas Vincent.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved