Berita Bali

Konjen Australia Kolaborasi dengan Museum MACAN Hadirkan Pameran Unik di Cushcush Gallery Bali

Konjen Australia Kolaborasi dengan Museum MACAN Hadirkan Pameran Unik di Cushcush Gallery Bali

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Pameran Ghost Nets: Awakening the Drifting Giants di CushCush Gallery Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, BALI - Konsulat Jenderal Asutralia di Bali berkolaborasi dengan Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) menampilkan karya seni Penduduk Selat Torres.

Pameran unik yang digelar di CushCush Gallery Bali ini bertajuk Ghost Nets: Awakening the Drifting Giants.

Ghost Nets: Awakening the Drifting Giants menampilkan 18 karya seni tenun tangan yang terbuat dari limbah pukat ikan atau disebut jaring hantu (ghost nets) yang dirangkai oleh kelompok seniman Selat Torres, Erub Arts. 

Konsul-Jenderal Australia di Bali, Anthea Griffin mengatakan, pameran ini terinspirasi oleh lautan yang menghubungkan Australia dan Indonesia.

Pameran unik ini memamerkan seni kontemporer Penduduk Selat Torres dan menciptakan platform untuk mengeksplorasi bersama berbagai tantangan lingkungan hidup, termasuk pengurangan limbah plastik dan konservasi laut. 

Didukung oleh Qantas Airways, 'Ghost Nets: Awakening the Drifting Giants' dipajang di CushCush Gallery hingga 30 Juli 2023. 

“Menampilkan kawanan ikan, penyu laut, dan keluarga pari manta raksasa, koleksi karya seni ini menggabungkan budaya Penduduk Selat Torres, seni kontemporer, dan advokasi lingkungan,” kata Anthea saat pembukaan pameran pada Jumat 21 Juli 2023.

“Penggunaan kembali pukat ikan ini tidak hanya memberdayakan sampah plastik, tetapi juga mendorong diskusi tentang bagaimana kita semua dapat berkontribusi bagi pengurangan sampah plastik dan menjadi pelindung lautan yang lebih baik,” sambungnya. 

Baca juga: Ari Bayuaji Tampilkan Instalasi Seni Daur Ulang Sampah Laut di The Apurva Kempinski Bali

Co-founder CushCush Gallery, Suriawati Qiu mengaku senang bisa berkolaborasi dengan Konsulat-Jenderal Australia di Bali dan Museum MACAN untuk menghadirkan pameran Ghost Nets untuk publik Bali

Menurutnya, isu-isu yang diangkat melalui pameran ini selaras dengan tantangan lingkungan yang telah dihadapi komunitas - komunitas di Bali dalam beberapa tahun terakhir. 

"Kami berharap pameran ini akan lebih menyoroti isu-isu lingkungan, dan memicu solusi kolektif," kata dia.

Sementara itu, Direktur Museum MACAN, Aaron Seeto, menuturkan, bahwa pameran ini membawa inisiatif penting ke Indonesia.

Pameran ini menyusul kesuksesan peluncuran pameran pada bulan Mei di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) di Jakarta. 

"Kami ingin berbagi karya kreatif Seni Erub dan budaya kelompok seniman Erubam Kepulauan Selat Torres kepada audiens kami,” kata dia.

Serangkaian pameran ini juga mencakup pemutaran film dokumenter lingkungan 'Pulau Plastik' dan diskusi panel dengan co-produser Andre Dananjaya pada Kamis 27 Juli 2023 mendatang.

Selain itu ada pula lokakarya anak-anak dengan bercerita, kolase dan wayang kulit, pada Sabtu 29 Juli 2023 di CushCush Gallery.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved