Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Pencabutan Bebas Visa Kunjungan Tak Pengaruhi Kunjungan di Desa Wisata di Bangli Bali

Pencabutan Bebas Visa Kunjungan tak pengaruhi kunjungan di Desa Wisata di Bangli, Bali.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Suasana wisatawan Eropa saat berkunjung ke Desa Wisata Undisan, Bangli, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemberhentian/pencabutan bebas visa kunjungan (BVK) terhadap 159 negara, tidak berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan ke desa wisata.

Salah satunya di Desa Wisata Undisan.

Desa wisata yang berlokasi di Kecamatan Tembuku, Bangli, Bali, ini masih tetap dikunjungi wisatawan mancanegara. 

Salah satu pelaku wisata di Bangli, Bali bernama I Kadek Darmayasa Karang mengaku sangat mendukung kebijakan pemerintah, ihwal pemberhentian BVK.

Terlebih mengacu pada kondisi saat ini, di mana Bali banyak dikunjungi wisatawan namun kebanyakan wisatawan tersebut justru berbuat ulah. 

"Dengan kebijakan pencabutan visa kunjungan, kami berharap tamu-tamu yang datang ke Bali adalah tamu yang berkualitas. Sehingga di semua lini, baik itu dari sisi pelaku pariwisata, travel, hotel, transport dan sebagainya tentu akan berpengaruh. Karena selama ini, banyak tamu yang datang tapi mereka adalah tamu backpacker. Kelihatannya banyak tamu yang datang ke Bali, tapi kualitasnya jauh sekali. Kalau kita bandingkan dengan tamu-tamu yang dulu sebelum covid, itu jauh sekali," ucapnya Minggu 23 Juli 2023.

Kadek Darmayasa yang juga Pengelola Desa Wisata Undisan ini juga mengaku, tidak ada pengaruhnya antara kebijakan pemberhentian BVK dengan tingkat kunjungan tamu.

Baca juga: Wisman Dengan Visa Kerja Tetap Dikenakan Pungutan, Koster Minta Awasi Wisman Datang Lewat Darat

Terbukti dari masih adanya tamu-tamu eropa yang berkunjung.

"Segmen pasar kami adalah tamu-tamu eropa. Tidak ada pengaruh dari pencabutan bebas visa," ungkapnya.

Sesuai segmen pasar yang secara khusus membidik masyarakat Eropa, Kadek Darmayasa, menyebut kunjungan biasanya dimulai pada bulan Juni.

Dan mulai masuk high season pada bulan Juli hingga Agustus. 

Kadek Darmayasa tidak bisa menyebut secara pasti berapa jumlah tamu yang berkunjung.

Namun secara persentase, dari jumlah 50 kamar yang tersedia, pada bulan-bulan tertentu rata-rata keterisian kamar mencapai 75 persen. 

"Desa wisata Undisan mengedepankan konsep community based rural tourism. Konsep ini lebih banyak mengedukasi dan memberi pengalaman langsung bagi wisatawan. Mulai dari alam, budaya, seni, hingga kuliner yang ada di desa wisata Undisan. Mereka (tamu) diajak melihat dan ikut langsung kegiatan riil orang lokal di desa Undisan. Salah satunya membajak sawah," jelasnya. 

Ditambahkan pula, pihaknya terus berbenah untuk mendukung peningkatkan jumlah kunjungan tamu ke Desa Wisata Undisan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved