Kemacetan di Pelabuhan Sanur Bali

Teka-teki Kemacetan Menuju Pelabuhan Sanur Bali, Ini Kata Pengamat Tata Ruang

Teka-teki kemacetan menuju Pelabuhan Sanur Bali, begini kata Pengamat Tata Ruang.

|
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Putu Supartika
Kondisi kemacetan di kawasan Dermaga Sanur - Teka-teki kemacetan menuju Pelabuhan Sanur Bali, begini kata Pengamat Tata Ruang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembangunan Pelabuhan Sanur nampaknya menimbulkan polemik.

Pelabuhan yang diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada November 2022 lalu itu dinilai dapat menjadi daya tarik pariwisata serta meningkatkan roda perekonomian masyarakat sekitar.

Namun pasca Pelabuhan Sanur dibangun, justru menimbulkan kemacetan cukup panjang di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, Bali menuju Jalan Matahari Terbit (pintu masuk Pelabuhan Sanur).

Bahkan, kemacetan menuju Pelabuhan Sanur tersebut telah mendapat atensi dari Gubernur Bali Wayan Koster serta DPRD Bali.

Menanggapi kemacetan menuju Pelabuhan Sanur, pengamat tata ruang angkat bicara.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si saat dihubungi Tribun Bali pada Selasa 25 Juli 2023.

 

Rumawan mengatakan, ada perencanaan yang kurang tepat ketika hendak membangun Pelabuhan Sanur.

Pasalnya, sebelum melakukan pembangunan, diperlukan adanya kajian akademis terkait daya dukung dan daya tampung.

Seperti misalnya jumlah penumpang yang akan datang, moda transportasi yang digunakan ke pelabuhan, hingga pihak-pihak yang memiliki akses tertentu.

Baca juga: Ini Sebab Jalan Pelabuhan Sanur Jadi Pusat Kemacetan, Dishub Bali Diminta Tangani Sebulan Kedepan

“Ini kan ada perencanaan yang kurang tepat menurut saya. Ketidaktepatan itu kepada daya dukung dan daya tampung pengunjung.”

“Berapa sih kapasitas penumpang yang akan datang, dengan apa datangnya, yang boleh masuk siapa saja,” jelasnya kepada Tribun Bali.

Mantan Dosen Arsitektur di Universitas Udayana itu memandang, kondisi sirkulasi di Pelabuhan Sanur layaknya botol.

Artinya, pintu masuk dan keluar Pelabuhan Sanur berada pada satu titik yang sama.

“Saya liat itu kayak botol. Tersumbat di titik itu. Tidak bisa bilang karena dampak SPBU. SPBU dari dulu sudah ada.”

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved