LPG Langka di Denpasar
Jangan “Panic Buying” Gas, Stok Jelang Galungan dan Kuningan Memadai
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar melakukan peninjauan gas elpiji 3 kg ke agen.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sementara itu, untuk kelangkaan elpiji 3 kg di Kabupaten Badung, pemerintah setempat melaksanakan operasi pasar gas, di semua kecamatan, yakni Kuta Selatan, Abiansemal, Mengwi, Kuta, Kuta Utara dan Petang, Kamis.
Kadis Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung I Made Widiana mengakui kelangkaan ini terjadi sejak beberapa hari lalu. Dengan begitu pihaknya pun mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan elpiji 3 kg menjelang Hari Raya Galungan dengan melaksanakan operasi pasar.
Widiana merinci, operasi pasar dilaksanakan di Kantor Camat Petang, Kantor Camat Abiansemal, Depan Kantor Perbekel Mengwi, Kecamatan Mengwi, Jaba Pura Desa/Puseh, Desa Adat Padang Luwih, Kuta Utara, depan Kantor Lurah Legian, Kecamatan Kuta, dan Kantor Kelurahan Benoa, Kuta Selatan. Operasi Pasar ini dilaksanakan sejak pukul 09.00 Wita.
"Pada operasi pasar ini, elpiji 3 kg dijual dengan harga Rp 18 ribu per tabung. Jadi masyarakat yang ingin membeli, membawa fotokopi KTP. Maksimal pembelian sebanyak dua tabung," pungkasnya.
Ternyata masalah pendistribusian elpiji 3 kg itu tidak semata-mata menjadi masalah langkanya elpiji 3 kg. Pihak agen elpiji 3 kg menilai, kelangkaan karena banyaknya masyarakat menggunakan gas 3 kg.
Selain itu juga banyak masyarakat beralih dari 12 kg menjadi 3 kg.
"Sebenarnya gas elpiji tidak langka, ini pemakaiannya yang kini meningkat jumlahnya di Bali," ujar Direktur PT Tri Gasari Mandiri Made Anom Putra, Kamis.
Pemilik Agen Gas LPG yang beralamat di Desa Jumpayah, Mengwi Badung itu pun mengaku sejatinya Pertamina mengeluarkan kurang lebih 263.000 gas elpiji 3 kg per hari. Semua itu dibagi ke agen atau masing-masing kabupaten yang ada di Bali.
Sementara itu, operasi pasar khusus elpiji 3 kg yang digelar di kantor Kelurahan Legian Badung, Kamis, disambut antusias oleh warga. Sejak pagi mereka sudah berkumpul sambil membawa tabung gas elpiji 3 kg dan fotokopi KTP atau KK.
"Sudah seminggu ini saya tidak dapat gas, kemarin ke Pertamina juga kosong dan ke pasar-pasar juga kosong. Baru hari ini saya dapat gas langsung dua. Harapannya semoga tidak sulit belinya (langka)," kata Wayan Suwanda, warga Legian.
Sulitnya membeli gas melon selama seminggu terakhir juga diungkapkan Eva yang memiliki usaha warung makan di daerah Tuban.
"Sudah satu mingguan. Selain untuk di dapur juga saya menggunakan gas ini untuk masak jualan di warung makan. Orang kita dagang butuh gas, tapi susah sekali nyarinya. Sudah keliling. Kalau dua tabung paling untuk sehari saja karena kan masak untuk warung nasi," ucapnya.
Jika terus kesulitan mendapatkan gas melon Eva mengungkapkan terpaksa menutup sementara warung makannya karena tidak mungkin juga harus keliling mencari gas setiap hari jika masih sulit seperti sekarang.
Hal senada diungkapkan Chika warga Denpasar yang jauh-jauh ke Legian hanya untuk membeli gas melon.
"Dari Denpasar, susah sekali saya nyari gas ini sampai akhirnya dikabarin sama saudara di Legian kalau ada operasi pasar sekarang. Sudah semingguan ini, meskipun ada harganya sampai Rp 25 ribu per tabung mahal sekali," ujarnya.
Jaya Negara Sebut Kuota Elpiji 3 Kg untuk Kota Denpasar Dikurangi 10 Persen dari Pusat |
![]() |
---|
Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Pertamina Bali Sebut Penyaluran Berjalan Normal: Tidak Ada Pengurangan |
![]() |
---|
Stok Gas Melon Langka Jelang Galungan? Pertamina Sebut Penyaluran Elpiji 3 Kg Capai 3 Juta Tabung |
![]() |
---|
Warga Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji di Denpasar, Pangkalan Sebut Kemungkinan Pengaruh Banyak Libur |
![]() |
---|
Warga Denpasar Keluhkan Gas Elpiji Terbatas, Pembatasan Stok untuk Pengecer, Imbau Beli di Pangkalan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.