LPG Langka di Denpasar

Jangan “Panic Buying” Gas, Stok Jelang Galungan dan Kuningan Memadai

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar melakukan peninjauan gas elpiji 3 kg ke agen.

ist
Pelaksanaan oprasi pasar khusus Gas LPG 3 Kg yang dilaksanakan di Depan Kantor Prebekel Mengwi pada Kamis 27 Juli 2023 


Lurah Legian Ni Putu Eka Martini menyampaikan untuk operasi pasar hari ini pihaknya baru mendapatkan informasi tiga hari lalu dan langsung disebarluaskan ke masyarakat kelurahan Legian melalui masing-masing kepala lingkungannya.

Dan saat diinformasikan akan ada operasi pasar khusus gas subsidi 3 kg disambut baik oleh warga khususnya yang memiliki usaha kaki lima (warung makan).


Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan stok dan pasokan elpiji khususnya di wilayah Bali dalam kondisi normal dan aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.


Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menuturkan selain memastikan seluruh kebutuhan terpenuhi, Pertamina juga memastikan operasional berjalan normal.

Hal ini didukung dengan penambahan pasokan elpiji 3 kg untuk menyambut perayaan hari besar keagamaan tersebut.


Kegiatan Operasi Pasar dilaksanakan sejak Senin (17/7) di 21 titik di seluruh Bali dengan jumlah pasokan tabung yang disiapkan untuk Operasi Pasar tersebut sebanyak rata-rata 200 tabung per hari.

Pertamina juga memberikan tambahan pasokan LPG subsidi 3 kg secara bertahap 26-30 Juli 2023 dengan total penambahan 368.480 tabung.

Konsumsi rata-rata harian elpiji 3 kg 264.000 tabung.


“Penambahan tersebut sekitar 139 persen dari rata-rata penyaluran harian LPG 3 kg di wilayah Bali. Semoga masyarakat bisa merayakan hari raya Galungan dan Kuningan dengan tenang tanpa khawatir sulit mendapatkan LPG,” kata Ahad dalam keterangan resmi, Kamis. 


Parta: Ada Beberapa Faktor Penyebab


ANGGOTA DPR RI, I Nyoman Parta mengungkapkan sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg di beberapa kabupaten/kota di Bali.

Politikus PDIP itu menuturkan, kelangkaan terjadi diduga lantaran ekonomi Bali yang terus bertumbuh dengan banyaknya UMKM baru yang bermunculan. Adanya UMKM baru, kata Parta, menyebabkan kebutuhan gas elpiji 3 Kg semakin meningkat.


“Kenapa terjadi kelangkaan? Karena ekonomi Bali tumbuh. Dahulu, para pelaku UMKM itu tidak sebanyak sekarang,” ungkapnya kepada Tribun Bali, Kamis (27/7).


Selain itu, kebutuhan elpiji 3 kg juga disebabkan banyaknya upacara adat di Bali yang tak dapat diprediksi. Upacara adat di Bali yang dihadiri ratusan hingga ribuan orang itu tentunya harus disuguhkan makan maupun minum yang dalam pembuatannya memerlukan gas elpiji.


“Karena memang ada kebutuhan meningkat. Seperti banyak orang ngaben. Bukan pembakaran mayatnya. Berapa teh, kopi yang harus diseduh. Masak makanan. Jadi tidak terprediksi,” jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved