LPG Langka di Denpasar

Warga Denpasar Keluhkan Gas Elpiji Terbatas, Pembatasan Stok untuk Pengecer, Imbau Beli di Pangkalan

Warga Denpasar Keluhkan Gas Elpiji Terbatas, Pembatasan Stok untuk Pengecer, Imbau Beli di Pangkalan

|
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Kartika Viktriani
TB/ Arini Valentya Chusni
Ilustrasi - Warga Denpasar Keluhkan Gas Elpiji Terbatas, Pembatasan Stok untuk Pengecer, Imbau Beli di Pangkalan 

DENPASAR, TRIBUN-BALI.COM - Masyarakat di Kota Denpasar, dan Bali umumnya mulai mengeluhkan terbatasnya gas elpiji 3 kg.

Kondisi ini hampir terjadi seminggu lebih sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dilaksanakan.

Kebanyakan stok elpiji 3 kg kosong di pengecer.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali mengikui kebijakan pemerintah pusat terkait elpiji 3 kg, dimana pada akhir tahun kemarin telah diinformasikan melalui surat edaran (SE) Dirjen Migas terkait siapa yang berhak dapatkan subsidi elpiji 3 kg.

“Ditambah juga memang ada persiapan di pusat dengan aplikasi untuk mendaftar melalui NIK. Info dari Hiswana Migas dan Pertamina user-nya sampai satuan terkecil atau terbawah itu pangkalan. Itu yang diberikan kewenangan untuk melakukan pendataan pendaftaran untuk pembelian masih diberikan,” kata Setiawan, Senin 19 Februari 2024.

Dia mengatakan, sejak SE serta imbauan sudah dikeluarkan, namun fakta di lapangan dinamika yang terjadi penggunaan elpiji 3 kg tidak hanya warga yang berhak mendapat subsidi saja yang bisa mendapatkan elpiji 3 kg.

Setiawan memberikan contoh, masyarakat bukan dengan KTP Denpasar juga bisa mendapatkan elpiji 3 kg.

 

 

Ia dan Pj Gubernur Bali pada 20 Oktober 2023 lalu sudah meminta ke Dirjen Migas untuk menambah kuota elpiji 3 kg di Bali.

“Karena tahun kemarin itu sudah dihitung Desember krodit atau kritis. Kemudian kami sampaikan Februari akan ada Pemilu. Ini perlu dijaga juga. Tetapi kuota kan sudah ditetapkan 2024 bahwa Bali dan 9 kabupaten/kota dari usulan kami ternyata usulan kami 279 ribu ton metrik ditetapkan 215 ribu ton metrik. Dan 215 ribu ton metrik ini boleh kita cek datanya Denpasar yang kita usulkan 47 ribu ton metrik ternyata naik sedikit 48 ribu ton metrik. Tapi fakta di lapangan dapatnya susah,” bebernya.

Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg Kembali Langka di Denpasar Jelang Hari Raya Galungan-Kuningan dan Nyepi

Ia mengatakan, apakah masyarakat saat ini sudah melakukan pendaftaran di pangkalan.

Sebab masyarakat memang diberikan akses langsung ke Pangkalan agar dapat membeli elpiji dengan harga HET dan akan terdata dengan baik di aplikasi yang dibuat pusat.

Data base di pusat sudah ada siapa saja yang berhak mendapat elpiji 3 kg dan proses pendataan masih berlangsung.

Sementara itu, pihak Hiswana Migas dan Pertamina mengatakan, terdapat estimasi penggunaan tabung 4-5 tabung dalam waktu sebulan, tetapi belum ada kajian tertulis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved