Hari Raya Galungan
Disperindag Tabanan Pantau Ketersediaan LPG Subsidi 3 Kilogram Jelang Hari Raya Galungan
Disperindag Tabanan pantau ketersediaan LPG Subsidi 3 Kilogram jelang Hari Raya Galungan.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Hari Raya Galungan dan Kuningan akan dirayakan sebentar lagi pada 2 Agustus 2023 mendatang.
Kebutuhan LPG subsidi 3 kilogram pun menjadi perhatian pemerintah daerah.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan melakukan pemantauan, stok atau ketersediaan LPG subsidi itu.
Kepala Disperindag Tabanan Ni Made Murjani, mengatakan, bahwa pihaknya mengintensifkan pemantauan stok kebutuhan elpiji 3 kg sebagai antisipasi kelangkaan.
Pantauan ini termasuk dalam kebutuhan pangan jelang Galungan Kuningan.
Sebab, menjelang perayaan hari raya Unat Hindu Bali itu, maka permintaan konsumen meningkat.
“Hingga sekarang belum kami temukan kelangkaan,” ucapnya Minggu 30 Juli 2023.
Dijelaskannya, pemantauan itu antisipasi kelangkaan dilakukan di tingkat agen dan pangkalan.
Dimana, pasokan elpiji 3 kg dari Pertamina masih tetap dipasok dalam jumlah seperti biasa.
Baca juga: Distanak Gianyar Periksa Kesehatan Babi Untuk Penampahan Galungan
Namun, untuk menjelang Galungan dan Kuningan maka perlu ada penambahan karena permintaan yang meningkat.
“Biasanya hari Minggu ini tidak ada pengiriman (libur) dari tingkat agen. Namun karena meningkatnya permintaan konsumen akan elpiji 3 kg jelang Galungan, pendistribusian akan digeser ke Hari Minggu sedangkan di hari Rabu atau pada hari raya Galungan aktivitas pengiriman libur,” paparnya.
Di bagian lain, Koordinator Agen Elpiji di wilayah Tabanan, Gusti Ngurah Siwa Genta mengaku, bahwa hingga kini belum ada info adanya kelangkaan untuk elpiji 3 kg di Tabanan.
Pasokan dari Pertamina ke masing-masing agen di Tabanan masih tetap normal.
Di tempatnya, mendapat alokasi seperti biasa yakni sebanyak 2 LO atau 1.120 tabung per hari.
Kemudian, akan dialokasikan langsung ke masing-masing pangkalan.
Sedangkan harga masih tetap di kisaran HET.
Yakni, Rp 18.000 per tabung di tingkat agen.
“Masing-masing agen mendapat alokasi dalam jumlah yang berbeda-beda oleh Pertamina,” bebernya. (ang).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.