Hari Raya Galungan

Dodol Buah Nangka Laris Manis Jelang Galungan di Klungkung Bali, Tapi Bahan Baku Masih Susah

Dodol buah nangka laris manis jelang Galungan di Klungkung Bali, akan tetapi bahan baku masih susah.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Yuliati saat mengkemas dodol buah nangka di rumahnya di Desa Besan, Klungkung, Bali, pada Sabtu 29 Juli 2023. 

SEMARAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Menjelang Hari Raya Galungan, permintaan dodol buah di pasaran kian meningkat.

Hanya saja produsen justri masih kesulitan mencari bahan baku, untuk memenuhi pesanan.

Ni Nengah Yuliati (40) merupakan satu-satunya produsen dodol buah di Klungkung, Bali.

Ia setiap harinya sibuk produksi dodol buah dirumahnya di Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali.

Ketika menjelang galungan, ia tidak hanya sibuk memenuhi pesanan dari toko oleh-oleh, tapi juga pesanan dari perorangan.

"Jelang Hari Raya Galungan, saya sudah ada pesanan sekitar 800 dodol buah nangka dari perorangan. Sekarang lagi berusaha penuhi pesanan untuk Hari Raya Galungan," ungkap Yuliati, Sabtu 29 Juli 2023.

Menurutnya yang paling banyak dan laku dipesan yakni dodol buah nangka.

Hanya saja Yuliani mengaku saat ini cukup kesulitan mencari buah nangka.

Baca juga: Jelang Galungan, Kapolsek Abiansemal Lakukan Pengecekan Gas LPG 3 Kg ke Seluruh Pangkalan 

Jikapun ada di pasarah, harganya cukup tinggi.

Kondisi itu membuatnya cukup sulit memenuhi pesanan para pelanggan. 

“Kalau barangnya (dodol nangka) ada, pasti langsung habis. Sering saya jatah setiap pelanggan agar semuanya dapat. Produksi dodol itu tidak cukup satu hari. Dodol yang siap dikemas butuh waktu tujuh hari produksi,” ungkapnya.

Sehingga Yuliani terkadang tidak menerima order dari pelanggan, jika mendadak.

Sehingga ia masih memiliki waktu untuk memenuhi pesanan pelanggan, terutama jelang Hari Raya Galungan.

"Kalau yang dadakan, tidak bisa saya penuhi pesanannya. Bukan menolak rezeki, memang sekarang sedang banyak pesanan, sementara cari buah nangka agak sulit. Bahkan bulan lalu sempat tidak ada,” jelas Yuliati.

Akibat sulitnya mencari bahan baku, Yuliati dan suaminya juga sempat membuat dodol salak dan pisang.

Namun keduanya tidak selaris dodol nangka.

“Dodol nangka yang dominan dipesan. Harganya kalau sekarang Rp 700 per buah dodol nangka,” ungkapnya. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved