Berita Bangli

Harga Cabai Rawit Kian 'Pedas' di Kalangan Petani Lokal di Bangli Bali

Harga cabai rawit kian 'pedas' di kalangan petani lokal di Bangli Bali.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Sejumlah karyawan Wayan Armada saat mengemas cabai besar untuk dikirim ke wilayah Jawa. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Para petani lokal di Bangli, Bali, kini kian sumringah.

Pasalnya, harga cabai rawit di tingkat petani terasa kian 'pedas'.

Terlebih lagi jumlah produksi cabai juga tergolong maksimal karena didukung kondisi cuaca. 

Hal tersebut diungkapkan salah satu petani cabai asal Desa Sukawana, Kintamani, Bangli, Bali, I Wayan Armada.

Diakui dia harga cabai rawit di tingkat petani saat ini menyentuh angka Rp 30 ribu per kilo.

"Harga ini tergolong tinggi. Sebab normalnya harga cabai rawit di tingkat petani Rp 21 ribu hingga Rp 25 ribu per kilo," ujarnya Rabu 2 Agustus 2023.

Menurut Armada, tingginya harga cabai rawit saat ini karena didukung rangkaian upacara agama di Bali.

Salah satunya hari raya Galungan.

Sehingga permintaan cabai di pasar lokal semakin meningkat.

"Untuk sekarang cabainya yang dipanen masih dikit. Sekitar 1 kwintal," sebutnya.

Baca juga: Jelang Galungan, Harga Cabai & Bawang Putih Tembus Rp 40 Ribu - Rp 45 Ribu Perkilo di Karangsem

Berbanding terbalik dengan kondisi harga cabai besar yang sama-sama memasuki musim panen.

Armada menyebut untuk harga cabai besar saat ini berada di titik terendah, yakni kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kilo.

"Itu memang dapat untung, tapi tipis. Karena normalnya harga cabai besar itu diatas Rp 20 ribu," ucapnya. 

Dibandingkan dengan perawatan cabai kecil, Armada mengaku untuk cabai besar biaya perawatannya jauh lebih mahal.

Sebab cabai besar cenderung rentan diserang hama. Oleh sebab itu tiap empat hari sekali, ia harus menyiram pestisida.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved