Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kebakaran Pura Tegal Penangsaran

BREAKING NEWS! Bale Banten di Pura Tegal Penangsaran Desa Adat Panjer Terbakar!

Pantauan Tribun Bali, sebanyak 2 mobil pemadam kebakaran bersiaga di Jalan Waturenggong, Denpasar.

Tayang:
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Ida Bagus Putu Mahendra/Tribun Bali
Bale banten di Pura Tegal Penangsaran Desa Adat Panjer yang terbakar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Breaking News!

 

Bale banten di Pura Tegal Penangsaran, Jalan Waturenggong Gang III, Desa Adat Panjer Denpasar terbakar pada Jumat 4 Agustus 2023 malam.

 

Pantauan Tribun Bali, sebanyak 2 mobil pemadam kebakaran bersiaga di Jalan Waturenggong, Denpasar.

 

Sejumlah warga telah bersiaga di simpang tiga Jalan Waturenggong-Jalan PB Sudirman, Denpasar guna mengatur situasi lalu lintas.

 

Setibanya di dalam Pura, tercium aroma hangus terbakar api. Samar-samar, terlihat bale banten di Pura yang diampu oleh empat banjar itu telah hangus terbakar.

Baca juga: Air Tanah Digunakan Sebagai Cadangan, Ini yang Diinginkan Pemprov Bali

Baca juga: Sekda Buleleng Dicecar Kurang Lebih 10 Pertanyaan, Jadi Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi Fahrur Rozi

Baca juga: Lowongan Kerja Tahun 2023! Klungkung Rekrut 883 Tenaga PPPK, Didominasi Nakes

Bale banten di Pura Tegal Penangsaran, Jalan Waturenggong Gang III, Desa Adat Panjer Denpasar terbakar pada Jumat 4 Agustus 2023 malam.




Pantauan Tribun Bali, sebanyak 2 mobil pemadam kebakaran bersiaga di Jalan Waturenggong, Denpasar.
Bale banten di Pura Tegal Penangsaran, Jalan Waturenggong Gang III, Desa Adat Panjer Denpasar terbakar pada Jumat 4 Agustus 2023 malam. Pantauan Tribun Bali, sebanyak 2 mobil pemadam kebakaran bersiaga di Jalan Waturenggong, Denpasar. (Pixabay)

Genteng-genteng bale banten telah berserakan di tanah. Tiang-tiang penyangga bale banten pun hangus terbakar.

 

Wayan Warcana (70) selaku warga sekitar menduga, peristiwa kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik.

 

“Kalau nggak salah, dugaan, itu korslet listrik,” ungkapnya di lokasi kejadian.

 

Pria lansia itu menuturkan, peristiwa kebakaran itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.00 Wita.

 

Mulanya, ia mendengar keributan dari warga sekitar yang mengatakan telah terjadi kebakaran di Pura Tegal Penangsaran.

 

Usai menyambangi lokasi, ia melihat api pertama kali muncul pada bagian bawah bale banten.

 

Ketika itu, api dikatakan belum membesar. Lantaran terdapat tikar-tikar kering di seputar titik api, api dengan cepat menyebar ke atas bale hingga menyebabkan atapnya hangus terbakar.

 

“Sekitar jam 8. Api belum besar. Mulai dari bawah apinya. Kemungkinan, ini kan ada pedapa (bale), di bawah itu ada tikar-tikar bekas banten (upakara sesajen). Itu dilalap dulu, baru naik apinya,” tuturnya.

 

Sontak, warga kemudian bergotong-royong memadamkan api dengan alat seadanya. Mulai dari selang, ember, hingga tirta di Pura.

 

Sembari memadamkan api, ada pula warga yang menghubungi pemadam kebakaran untuk segera menuju ke lokasi.

 

Sebanyak 2 mobil pemadam kebakaran dikerahkan guna memadamkan api. Namun, api telah padam sebelum pemadam kebakaran tiba.

 

Kendati demikian, warga tetap meminta bantuan petugas pemadam kebakaran guna memastikan api benar-benar padam.

 

“Sudah mati apinya. Cuma kita minta (pertolongan pemadam) biar betul-betul yakin,” jelasnya.

 

Jero Bendesa Adat Panjer, AA Oka Adnyana (61) mengatakan, kerugian dari peristiwa kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 150 juta.

 

Nominal tersebut diperoleh dari kalkulasi harga kayu yang dinilainya kini cukup mahal.

 

“Iya segitu. Sekitar 150. Mangkin (sekarang) harga kayu yang mahal,” jelasnya.

 

Lantaran kejadiannya yang berlangsung di tempat suci, pihaknya akan melakukan sejumlah prosedur sebelum membangun kembali bale banten.

 

Seperti misalnya meminta pawisik atau nunasin, hingga menggelar pecaruan.

 

“Nggih, nanti pasti (mecaru). Prosesnya kan harus begitu. Paling tidak, karena kepercayaan kita, nunasang dumun.

Yang namanya kebakaran, kan harus dibangun lagi dengan prosesnya lewat upacara dulu,” pungkas Jero Bendesa Adat Panjer, AA Oka Adnyana. (*)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved